Seorang pekerja perakitan Ford Motor Company bernama Nick Nabozny harus menelan pil pahit usai dipecat akibat dituduh mencuri camilan Doritos dan krekers Ritz senilai kurang dari 8 Dolar AS atau sekitar Rp 130 ribu. Nabozny, yang mengklaim tuduhan tersebut tidak benar, kini meminta mantan perusahaannya untuk "melakukan hal yang benar" dan mempekerjakannya kembali.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Nabozny menjadi salah satu dari beberapa pekerja yang mengklaim pihak Ford dan vendor layanan makanannya, Aramark, telah salah memvonis mereka sebagai pencuri camilan. Meski dipecat hingga harus menguras tabungan pensiun demi membiayai anak dan istrinya, ia mengaku sama sekali tidak menyimpan rasa dendam.
"Saya tidak benci kepada Ford Motor Company maupun UAW. Saya hanya ingin mereka melakukan apa yang benar," ujar pria berusia 38 tahun tersebut saat diwawancarai.
Pria yang sudah bekerja hampir sembilan tahun tanpa rekam jejak absensi buruk ini dipecat sejak April lalu. Insiden bermula saat ia mampir ke toko swalayan mandiri di area pabrik usai menyelesaikan jam kerja lembur.
Rekaman CCTV menunjukkan Nabozny mengambil beberapa produk makanan ringan, termasuk Doritos dan Ritz Crackers, lalu menuju kios pembayaran mandiri. Ia terlihat menempelkan kartu debitnya untuk membayar sebelum akhirnya pergi meninggalkan lokasi.
Namun, dua minggu kemudian ia dipanggil ke kantor ketenagakerjaan Ford dan dinyatakan dipecat atas tuduhan pencurian. Perwakilan perusahaan mengakui bahwa Nabozny memang terlihat mencoba membayar, tetapi transaksi dinyatakan gagal karena sistem mengalami "time out" setelah ia berjalan menjauh dari mesin kios.
Nabozny menegaskan bahwa ia sama sekali tidak menyadari transaksinya gagal hingga hari pemecatan tersebut. Menurutnya, sangat tidak masuk akal jika ia mempertaruhkan mata pencariannya yang telah dibangun selama bertahun-tahun hanya demi dua bungkus makanan ringan.
"Saya telah menghabiskan ribuan Dolar di toko ini. Saya punya dua anak kecil, seorang istri, dan sudah bekerja di sini selama sembilan tahun. Saya tidak akan mempertaruhkan penghidupan dan kemampuan saya untuk merawat keluarga hanya demi dua kantong keripik," tegasnya.
Kasus tuduhan pencurian camilan ini bukan pertama kalinya terjadi di lingkungan kerja Ford. Detroit Free Press melaporkan sedikitnya ada tiga pekerja di pabrik Michigan Assembly yang sempat dipecat atas tuduhan serupa, namun akhirnya dipekerjakan kembali setelah investigasi membuktikan mereka tidak bersalah.
Pihak Ford sendiri menyatakan telah melakukan pembaruan pada fasilitas kios pembayaran mandiri yang dikelola oleh Aramark. Perwakilan Ford mengaku aware terhadap gangguan sistem yang terjadi dan sedang bekerja sama dengan Aramark untuk meninjau kembali kasus-kasus tersebut.