Daftar mitos menyusui yang sering salah dipahami oleh ibu baru dibongkar oleh para dokter spesialis guna meluruskan informasi keliru di tengah masyarakat. Pengalaman menyusui sering kali digambarkan sebagai proses alami tanpa hambatan, padahal kenyataannya banyak ibu baru menghadapi tekanan mental serta tantangan fisik yang berat.
Berdasarkan penjelasan Dr Tripti Raheja selaku Direktur Obstetri dan Ginekologi di CK Birla Hospital, Delhi, lingkungan rumah memberikan pengaruh besar bagi kesehatan mental ibu. "Anggota keluarga harus memberikan dukungan penuh serta empati tanpa memberikan tekanan berlebih agar ibu merasa tenang," ujarnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePandangan senada disampaikan Dr Juhee Jain selaku Direktur Obstetri dan Ginekologi di Madhukar Rainbow Children's Hospital mengenai kelelahan fisik pada hari-hari pertama melahirkan. "Ibu membutuhkan lingkungan penuh dukungan tanpa penghakiman agar masa transisi ini berjalan lancar," ungkapnya.
Mitos pertama yang sering beredar menyatakan bahwa ibu harus berhenti menyusui saat jatuh sakit atau mengonsumsi obat. Padahal, sebagian besar penyakit serta pengobatan tetap aman bagi bayi selama dikonsultasikan langsung kepada tenaga medis.
Mitos kedua menyebutkan ukuran payudara menentukan jumlah produksi ASI bagi sang buah hati. Faktanya, ukuran payudara tidak memiliki kaitan apa pun karena hormon tubuh pengatur utama volume produksi air susu ibu.
Mitos ketiga menganggap tangisan bayi selalu menandakan kekurangan pasokan ASI dari ibu. Bayi bisa menangis karena berbagai alasan lain sehingga tangisan bukan indikator tunggal kurangnya kecukupan gizi.
Mitos keempat menyatakan bahwa proses menyusui tidak boleh menimbulkan rasa sakit sama sekali. Ketidaknyamanan ringan pada masa awal adalah hal wajar, tetapi nyeri berkepanjangan memerlukan pemeriksaan profesional guna memperbaiki perlekatan mulut bayi.
Mitos kelima menyarankan pemberian susu formula jika ASI tampak sedikit pada hari-hari pertama kelahiran. Kolostrum sebenarnya sudah diproduksi dalam jumlah kecil namun sangat kaya akan nutrisi serta antibodi penting bagi bayi baru lahir.