Dokumen Jeffrey Epstein akhirnya resmi dirilis kepada publik oleh Departemen Kehakiman AS, memuat jutaan berkas berisi foto, video, email, serta catatan penerbangan yang mengungkap lingkaran sosial kaum elit.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, tumpukan data berukuran lebih dari 300 gigabite tersebut mencakup buku kontak pribadi milik Epstein, log penerbangan pesawat, hingga dokumen pengadilan yang dikumpulkan sebagai barang bukti oleh FBI.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeProses pembukaan dokumen ini bermula setelah Kongres AS mengesahkan Epstein Files Transparency Act pada akhir tahun lalu, yang kemudian ditandatangani langsung oleh Presiden Donald Trump.
Gelombang pertama rilis data pada akhir tahun lalu sempat menuai kritik tajam dari berbagai pihak karena dinilai terlalu minim, hingga akhirnya disusul oleh pembukaan tiga juta halaman dokumen tambahan pada Januari lalu.
Pengamat hukum internasional menilai bahwa keterbukaan informasi ini memberikan tekanan besar terhadap figur publik yang namanya tercantum dalam arsip investigasi, meskipun pihak berwenang menegaskan rilis tersebut merupakan tahap final dari kewajiban hukum mereka.
Sejumlah nama besar yang kerap muncul dalam berkas penyelidikan tersebut meliputi asisten pribadi Lesley Groff, akuntan Richard Kahn, pengacara Darren Indyke, hingga sosialita Ghislaine Maxwell yang telah lebih dulu dijatuhi hukuman atas kasus perdagangan seks.