Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Dua Polisi Hilang Saat Gerebek...
BERITA

Dua Polisi Hilang Saat Gerebek Bandar Narkoba Kalteng Tewas

Tim gabungan melakukan evakuasi korban penggerebekan bandar narkoba di sungai Katingan Kalteng

Tim gabungan melakukan evakuasi korban penggerebekan bandar narkoba di sungai Katingan Kalteng

Dua anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang sempat dinyatakan hilang saat melakukan penggerebekan jaringan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan jasad kedua personel tersebut menambah daftar korban gugur menjadi tiga orang, menyusul rekan mereka, Aipda Yudhie Perdana Putra, yang sebelumnya tewas akibat sabetan senjata tajam.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, jasad Bripda Nopandri Ramadhana telah lebih dulu ditemukan pada Sabtu (4/7/2026). Menyusul kemudian, korban terakhir atas nama Aiptu Sumaryanto berhasil dievakuasi dari aliran sungai pada Minggu (5/7/2026) oleh tim gabungan yang telah bersiaga melakukan pencarian intensif sejak pagi hari.

Dari pantauan redaksi, operasi pencarian berskala besar tersebut melibatkan personel gabungan dari Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, serta dibantu oleh warga setempat. Tim menyisir area menggunakan tiga perahu karet dan delapan kapal ces kecil dengan fokus menyusuri sungai, hutan di tepi sungai, hingga memperluas jangkauan operasi sampai ke Pasar Desa Samba.

Menurut Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, titik terang penemuan Aiptu Sumaryanto bermula dari laporan Babinsa Rantau Asem, Kopda Imam, sekitar pukul 08.42 WIB yang melihat adanya jenazah terapung di Sungai Desa Rantau Asem, sekitar 4 kilometer dari lokasi awal penggerebekan. "Pukul 08.42 WIB, didapatkan informasi dari Babinsa Rantau Asem atas nama Kopda Imam bahwasanya ada mayat di Sungai Desa Rantau Asem, kemudian Babinsa memberitahukan tim pencarian dan tim menuju ke lokasi," ungkap Eko. Selepas dievakuasi, jenazah langsung dilarikan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya menggunakan ambulans.

Menanggapi tragedi gugurnya tiga personel kepolisian akibat perlawanan brutal komplotan pengedar menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung mengeluarkan instruksi keras. Kapolri memerintahkan seluruh jajarannya untuk tidak ragu dalam mengambil tindakan hukum paling tegas guna melindungi keselamatan petugas di lapangan serta menyelamatkan masa depan generasi bangsa dari ancaman narkotika.

"Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum. Apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat," tegas Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Beliau menambahkan bahwa langkah represif ini sangat krusial demi menjaga keberlangsungan generasi muda Indonesia, terutama dalam menyongsong era bonus demografi yang menuntut sumber daya manusia yang bersih dari jerat narkoba.

// TOPICS
#penggerebekan #narkoba #katingan #kalimantan_tengah #aiptu_sumaryanto #polri #kapolri
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.