Presenter BBC Emma Barnett mengungkapkan dirinya harus menjalani tindakan medis hysterectomy serta operasi endometriosis hanya beberapa hari sebelum film dokumenter buatannya tentang kondisi tersebut disiarkan. Presenter berusia 41 tahun tersebut kembali mengisi program Radio 4 Today pada Rabu pagi setelah absen selama beberapa pekan akibat harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Emma Barnett menjelaskan bahwa ia harus berada di rumah sakit akibat endometriosis tepat saat program dokumenter buatannya di stasiun televisi BBC Two mengudara ke publik. Ia mengaku sempat merasa kebingungan dan direnggut haknya meskipun mendapatkan pelayanan medis yang luar biasa dari para dokter.
Prosedur medis ekstensif yang berlangsung selama hampir 5 jam tersebut meliputi operasi endometriosis, pengangkatan rahim, serta pengangkatan kantung empedu secara bersamaan. Ia harus menyaksikan 10 menit terakhir penayangan dokumenternya dari ranjang rumah sakit setelah menjalani serangkaian tindakan operasi besar tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTindakan medis darurat tersebut harus diambil setelah hasil pemindaian ultrasonografi saat proses syuting adegan terakhir dokumenter menunjukkan adanya masalah serius pada bagian kantung empedu. Kondisi tersebut membuat penanganan medis menjadi sebuah keharusan yang mendesak bagi kesehatannya.
Perjuangan Hadapi Penyakit Endometriosis
Endometriosis merupakan kondisi medis di mana sel-sel yang menyerupai lapisan dinding rahim tumbuh di bagian tubuh lain hingga memicu rasa sakit luar biasa. Penyakit kronis tersebut diketahui menyerang 1 dari 10 wanita di berbagai belahan dunia tanpa adanya metode penyembuhan total yang pasti.
Berdasarkan data dari organisasi Endometriosis UK, tindakan pengangkatan rahim atau hysterectomy yang dikombinasikan dengan pembersihan jaringan endometriosis dapat menekan risiko kemunculan kembali penyakit tersebut. Melalui catatan blog pribadinya, Emma Barnett juga menduga bahwa sebagian besar rasa sakit yang ia derita selama ini berasal dari kondisi adenomyosis.
Meskipun mengaku sempat merasa takut dan belum sepenuhnya pulih dari luka pascaoperasi, indikasi awal menunjukkan adanya perbaikan signifikan terhadap tingkat nyeri yang ia rasakan sebelumnya. Ia berharap tindakan medis yang telah dijalaninya mampu memberikan jalan keluar bagi kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
Kembalinya Emma Barnett ke dunia penyiaran disambut hangat oleh para pendengar setia program berita radio setelah ia melewati masa pemulihan akibat rangkaian operasi berat tersebut. Pengalaman pribadinya diharapkan mampu membuka lebih banyak ruang diskusi publik mengenai penanganan medis penyakit endometriosis yang kerap diabaikan.