Obat eksperimental tanruprubart yang dikembangkan oleh Annexon Biosciences menunjukkan potensi besar dalam menghentikan penyakit saraf langka Guillain-Barre syndrome GBS dengan satu kali infus. Penyakit autoimun ini menyerang sistem kekebalan tubuh yang keliru merusak sel saraf dan memicu lebih dari 22.000 kasus rawat inap setiap tahun di Amerika Serikat serta Eropa.
"Hasil klinis yang sangat meyakinkan ini menggambarkan bagaimana peningkatan kekuatan otot secara cepat dapat mengarah pada kondisi kesehatan lebih baik dengan satu infus tanruprubart di dunia nyata," ujar Henk-Andre Kroon selaku Senior Vice President of Translational Medicine di Annexon melalui pernyataan resminya.
Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau FDA untuk menangani kondisi GBS di seluruh dunia, meskipun ada sedikitnya 150.000 orang terjangkit penyakit tersebut setiap tahunnya. Penderita umumnya mengalami kelemahan atau kesemutan pada tangan dan kaki yang bisa menyebar dengan cepat hingga menyebabkan kelumpuhan total.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTanruprubart bekerja secara spesifik dengan cara memblokir molekul C1q yang menjadi pemicu serangan kekebalan tubuh terhadap sel saraf pada tahap awal. Berdasarkan data uji klinis fase 3, pasien yang diberikan obat tersebut menunjukkan peningkatan kekuatan otot sekitar 10 poin pada minggu pertama dibandingkan dengan perawatan standar.
Mekanisme Kerja Tanruprubart dan Rencana Persetujuan FDA
Pasien yang menerima pengobatan tanruprubart tercatat memiliki peluang sekitar tiga kali lipat lebih besar untuk berada dalam kondisi kesehatan yang lebih baik pada pekan keempat, kedelapan, hingga pekan ke-26. Peningkatan mobilitas, keseimbangan, serta koordinasi tubuh ini membantu pasien kembali mandiri dan menjalani aktivitas harian dengan lebih cepat.
"Mekanisme kerja tanruprubart melibatkan pemblokiran C1q sebagai bagian dari kaskade pelengkap klasik yang memainkan peran sentral dalam perusakan sistem saraf tepi oleh sistem kekebalan tubuh," ungkap Dr Shernell Surratt-Gary selaku penasihat klinis Aura Wellness.
Surratt-Gary menambahkan individu yang menerima tanruprubart pada tahap awal penyakit tampak memperoleh manfaat jauh lebih signifikan dibandingkan pasien yang mendapat penanganan di fase lanjut. Tren positif ini membuka peluang emas dalam mengintervensi proses penyakit sebelum terjadinya akumulasi kerusakan saraf yang bersifat permanen.
Pihak Annexon Biosciences menjadwalkan pengajuan Biologics License Application kepada FDA dengan menggunakan data dari studi lanjutan di AS dan Eropa yang dikenal sebagai FORWARD pada kuartal keempat tahun 2026. Apabila lolos proses regulasi, obat tersebut bakal resmi tercatat sebagai terapi bertarget pertama di dunia untuk menangani Guillain-Barre syndrome.