Kesehatan jantung sering kali menjadi perhatian utama, terutama ketika muncul berbagai spekulasi mengenai kondisi fisik tokoh publik. Mengutip laporan media The Age, dr. Jonathan Reiner, seorang ahli kardiologi, sempat melontarkan kekhawatiran terkait kondisi fisik Donald Trump. Meski bukan dokter pribadinya, Reiner menyoroti beberapa tanda fisik seperti memar besar di tangan, pembengkakan pada kaki, serta tampak kesulitan untuk tetap terjaga.
Berdasarkan laporan tersebut, muncul pertanyaan mendasar mengenai apa saja tanda-tanda fisik yang sebenarnya bisa mengindikasikan adanya masalah kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular sendiri mencakup berbagai gangguan pembuluh darah dan jantung, seperti penyakit jantung koroner dan stroke yang menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Australia.
Menurut Prof. Jason Kovacic, Direktur dan CEO Victor Chang Cardiac Research Institute di Sydney, sekitar sepertiga pasien yang ia temui memiliki tanda fisik yang terlihat jelas. "Yang paling jelas terlihat adalah pembengkakan di bagian kaki, pergelangan kaki, dan kaki," ujar Prof. Kovacic.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePenjelasan ilmiahnya terletak pada cara kerja jantung sebagai pompa. Clinical Associate Professor Kegan Moneghetti dari Baker Heart and Diabetes Institute menjelaskan bahwa jika fungsi pemompaan menurun, akan terjadi tekanan balik dalam sistem vena. Hal ini menyebabkan cairan terdorong ke jaringan tubuh dan menumpuk di area kaki.
Selain pembengkakan kaki, tanda lain yang patut diwaspadai adalah perubahan warna kulit menjadi biru atau abu-abu pada bibir, jari, atau jari kaki. Kondisi ini bisa menjadi sinyal adanya gagal jantung parah atau penyakit jantung bawaan akibat kurangnya pasokan oksigen ke jaringan tubuh.
Lebih lanjut, kulit yang terasa dingin dan lembap juga bisa menjadi tanda gagal jantung tingkat lanjut. Hal ini mengindikasikan bahwa jantung tidak mampu memompa cukup darah hangat yang kaya oksigen ke seluruh bagian tubuh. Selain itu, munculnya benjolan lemak di sekitar mata atau urat kaki bisa menjadi pertanda kadar kolesterol yang sangat tinggi.
Meski demikian, pakar kesehatan mengingatkan bahwa gejala fisik tidak bisa menjadi satu-satunya dasar untuk diagnosis. "Sangat mustahil untuk menentukan seseorang mengidap penyakit kardiovaskular hanya berdasarkan pengamatan publik semata," tegas Prof. Kovacic.
Menurut Prof. Moneghetti, tanda paling berbahaya dari penyakit kardiovaskular justru sering kali tidak terlihat atau bersifat asimtomatik. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya untuk rutin memeriksa angka-angka kesehatan. "Kolesterol dan tekanan darah adalah hal yang tidak bisa kita lihat secara visual, namun merupakan indikator yang sangat kuat untuk memprediksi risiko penyakit jantung," pungkasnya.