Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Fakta Menarik Gempa Lima, Mengapa...
BERITA

Fakta Menarik Gempa Lima, Mengapa Setiap Wilayah Bergetar Berbeda

By Redaksi Kabayan News 2 min read 21 Agustus 2026
Peta jenis tanah di Lima dan Callao menjelaskan alasan di balik perbedaan tingkat getaran gempa di setiap distrik

Peta jenis tanah di Lima dan Callao menjelaskan alasan di balik perbedaan tingkat getaran gempa di setiap distrik

Sebagaimana diwartakan oleh El Comercio, wilayah Lima dan Callao tidak pernah merasakan getaran gempa dengan kekuatan yang sepenuhnya sama di setiap titiknya. Meskipun ratusan aktivitas seismik telah dicatat oleh institusi berwenang, faktor seperti struktur tanah, kualitas bangunan, serta kepadatan penduduk memberikan dampak kerusakan yang sangat bervariasi di setiap distrik.

Berdasarkan laporan dari Centro Peruano Japonés de Investigaciones Sísmicas y Mitigación de Desastres Cismid, peta microzonificación menunjukkan adanya wilayah-wilayah dengan risiko tinggi seperti tanah lempung, kawasan rawa di Ventanilla dan Chorrillos, lereng bukit di Ate atau Comas, hingga area berpasir di Villa El Salvador, Ancón, dan La Molina. Menurut penjelasan Carlos Zavala selaku direktur lembaga tersebut, jenis tanah yang kurang terkonsolidasi ini sangat rentan terhadap longsor atau fenomena likuifaksi saat terjadi guncangan hebat.

Perbedaan magnitudo guncangan ini terbukti nyata dalam peristiwa masa lalu, di mana stasiun seismik di kawasan La Molina pernah mencatat tingkat akselerasi getaran yang jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah ibu kota lainnya. Hal tersebut terjadi karena karakteristik cekungan berpasir yang cenderung memperkuat amplifikasi gelombang seismik ketika gempa bumi melanda kawasan tersebut.

Di sisi lain, kawasan dengan tanah yang lebih padat seperti Pusat Kota Lima dan Rímac juga menyimpan ancaman serius akibat faktor non-seismik. Menurut Diana Calderón dari Laboratorium Geotécnico Cismid, kerentanan di wilayah ini lebih dipicu oleh faktor bangunan tua, tingkat kepadatan hunian yang tinggi, serta maraknya praktik konstruksi informal yang tidak sesuai dengan standar teknis keamanan.

Sementara itu, data dari Cámara Peruana de la Construcción Capeco menyoroti bahwa sebagian besar bangunan tempat tinggal yang didirikan dalam satu dekade terakhir di wilayah metropolitan dikategorikan sebagai konstruksi informal tanpa pengawasan teknis yang memadai. Situasi ini menciptakan kekhawatiran tersendiri di kalangan para ahli mengingat jutaan warga saat ini tinggal di zona dengan tingkat risiko bencana yang sangat tinggi.

Topics
gempa bumi lima callao cismid mitigasi bencana geologi konstruksi peru
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.