Sebagaimana diwartakan dalam laporan media Børsen, sebuah karya desain dapat menjalani perjalanan hidup yang sangat berbeda tergantung pada lingkungan serta masa di mana benda tersebut ditempatkan.
Dalam laporan tersebut, media menyoroti kisah para pemilik yang mempertahankan perabot klasik jauh sebelum tren tersebut kembali diminati oleh banyak orang di berbagai belahan dunia.
Salah satu kisah menarik datang dari seniman Gun Gordillo yang menceritakan pengakuannya terkait kursi ikonis yang ia miliki sejak akhir era 1970-an silam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan Børsen, Gordillo mendapatkan kursi tersebut ketika ia masih menempuh pendidikan di akademi seni bersama mendiang suaminya, Freddy Fraek.
"Saya selalu tertarik pada ranah antara seni dan desain, meskipun hal itu tidak populer di masa muda saya," ungkap Gordillo menceritakan masa lalunya.
Pada masa itu, karya seni fungsional atau perabot desain kerap dipandang sebelah mata dan bahkan dianggap sebagai istilah yang dihindari dalam dunia seni murni.
Namun, berkat hubungan dekat suaminya dengan desainer kenamaan Paul Kjærholm, mereka tetap mempertahankan kecintaan terhadap karya-karya desain bernilai tinggi tersebut.
Perjalanan waktu membuktikan bahwa insting para kolektor awal ini tidak keliru, di mana perabot klasik kini bertransformasi menjadi barang buruan para pencinta interior bergengsi.