Arkeolog menemukan bangunan Romawi kuno berumur 2.000 tahun yang tersembunyi di bawah tanah saat pekerja merestorasi dinding penahan di situs bersejarah Villa Celimontana, Roma, Italia. Struktur bangunan yang dibangun pada abad kedua masehi tersebut mencakup delapan ruangan dengan lima ruangan yang kini telah selesai diekskavasi secara utuh.
Special Superintendent of Rome Daniela Porro menyatakan bahwa penemuan arkeologis bernilai ilmiah tinggi ini membuka peluang baru bagi penelitian dan pelestarian sejarah kota. "Roma terus memukau kita dengan mengungkapkan artefak yang memperluas pengetahuan kita tentang kota kuno," ucap Daniela melalui rilis pers resmi.
Bangunan mewah tersebut dulunya berdiri di Caelian Hill yang merupakan salah satu dari tujuh bukit legendaris Roma di tenggara pusat kota antara Colosseum dan Baths of Caracalla. Ruangan-ruangan di dalam bangunan itu dipenuhi plester dinding bergambar rumit serta langit-langit berbalut panel marmer opus sectile dan mosaik yang tersusun dari batu warna-warni, kerang, serta kaca.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePeneliti menemukan mosaik biru dan putih yang menggambarkan ikan, lobster, kepiting, serta lumba-lumba berenang mengelilingi krater guci kuno Yunani dan Romawi. Kemiripan mosaik ini dengan dekorasi di pelabuhan Ostia mengindikasikan bahwa bangunan tersebut kemungkinan besar dulunya merupakan barak bagi kelompok pemadam kebakaran militer kuno yang dikenal sebagai Vigiles.
Misteri Barak Vigiles dan Kaitan Mosaik Maritim
Pasukan militer Vigiles dibentuk oleh kaisar Augustus pada tahun 6 masehi untuk bertugas mengawasi kota sekaligus mencegah serta memadamkan kebakaran di Roma yang padat penduduk. Selain membawa pedang pendek, mereka dibekali berbagai peralatan seperti ember, pompa, spons, sapu, pengait, hingga kapak dalam menjalankan tugas malam hari.
Meskipun sering diejek karena kerap berlari membawa ember dan sapu untuk menangani kebakaran, para anggota Vigiles terbagi ke dalam tujuh kohort dengan masing-masing beranggotakan sekitar 500 orang. Keberadaan dua basis patung di pintu masuk vila yang bertuliskan nama anggota kohort memperkuat dugaan bahwa bangunan tersebut menampung Fifth Cohort dari pasukan Vigiles.
Para arkeolog kini harus meneliti dinding, lantai, artefak, serta tanah di sekitar lokasi secara teliti untuk menguak perubahan fungsi bangunan selama berabad-abad penggunaan. Mosaik bertema maritim di Villa Celimontana dan Ostia diyakini menjadi lambang identitas kelompok tersebut mengingat kedekatan mereka dengan elemen air.
Proyek penggalian dan pengamanan situs bersejarah ini didanai sepenuhnya melalui program National Recovery and Resilience Plan atau PNRR milik pemerintah Italia. Penelitian lanjutan diharapkan mampu menyingkap misteri apakah ruangan-ruangan di bangunan tersebut benar-benar berfungsi sebagai tempat istirahat para petugas pemadam kebakaran kuno.