Fenomena bulan purnama istimewa yang dikenal sebagai Flower Moon menghiasi langit Indonesia pada dini hari ini. Momen menarik ini menjadi salah satu peristiwa astronomi dinantikan oleh banyak pecinta langit malam di berbagai daerah.
Flower Moon merupakan sebutan bagi bulan purnama yang terjadi pada bulan Mei setiap tahunnya. Istilah tersebut bukan berasal dari sains modern, melainkan bersumber dari tradisi kuno masyarakat dalam mengaitkan fase bulan dengan siklus musim.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi belahan Bumi utara, bulan Mei identik dengan mekarnya beragam bunga liar di alam bebas. Alasan itulah yang membuat masyarakat masa lampau menjulukinya sebagai Flower Moon sebagai simbol puncak musim semi.
Berdasarkan waktu lokal Jakarta, puncak fenomena langit ini terjadi pada tanggal 2 Mei 2026 pukul 03.22 WIB. Meskipun demikian, bulan purnama sudah tampak bulat sempurna sejak malam hari sebelumnya hingga menjelang pagi.
Penjelasan Ilmiah Micromoon dan Tradisi Kuno
Secara sains, Flower Moon tahun ini masuk dalam kategori micromoon karena posisi bulan berada pada titik terjauh dari Bumi atau apogee. Kondisi tersebut menyebabkan ukuran bulan terlihat sedikit lebih kecil dari biasanya.
Cahaya yang dipantulkan oleh permukaan bulan juga tampak sedikit lebih redup dibandingkan saat fase supermoon. Walau perbedaan fisik tersebut tidak terlalu mencolok bagi mata telanjang, peristiwa ini tetap menarik untuk diamati.
Sejarah penamaan ini lekat dengan kebudayaan tradisional dalam memanfaatkan fase bulan sebagai penanda waktu serta musim. Banyak komunitas kuno mengandalkan siklus tersebut untuk menyusun kalender pertanian hingga ritual keagamaan.
Tradisi penamaan bulan purnama kuno tersebut masih dilestarikan secara luas hingga kini dalam dunia astronomi populer. Fenomena ini menawarkan keindahan visual sekaligus edukasi sejarah bagi masyarakat luas.