Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Fenomena Semhastulation Mahasiswa...
BERITA

Fenomena Semhastulation Mahasiswa Gen Z Dalam Perspektif Sosiologi

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 8 Agustus 2026
Mahasiswa Gen Z merayakan seminar hasil dengan buket bunga di kampus

Mahasiswa Gen Z merayakan seminar hasil dengan buket bunga di kampus

Fenomena semhastulation dan semprotulation mahasiswa Gen Z kini semakin marak di berbagai perguruan tinggi termasuk di UIN Sumatera Utara. Ruang sidang seminar hasil atau proposal tidak lagi sekadar tempat ujian akademik melainkan bertransformasi menjadi panggung perayaan penuh atribut dekoratif seperti balon, papan bunga, hingga buket uang.

Istilah kreatif tersebut lahir dari kreativitas linguistik generasi digital yang menggabungkan istilah akademik dengan kata congratulation. Perubahan ini memperlihatkan bagaimana pencapaian akademik bergeser menjadi pengalaman kolektif yang wajib didokumentasikan serta dibagikan ke jaringan media sosial.

Konsep experience economy menjelaskan bahwa masyarakat modern mengonsumsi pengalaman emosional layaknya wisuda atau lamaran. Bagi Gen Z, sebuah momen penting dianggap tidak benar-benar terjadi tanpa adanya dokumentasi digital berupa foto maupun video reels yang diunggah ke platform publik.

Teori dramaturgi Erving Goffman memandang mahasiswa sebagai aktor di front stage yang menampilkan citra keberhasilan dan kebahagiaan. Sisi lain berupa proses panjang penyusunan skripsi yang penuh tekanan justru menjadi back stage yang jarang terekspos di hadapan publik.

Makna Simbolik dan Tekanan Sosial Tren Gen Z

Pierre Bourdieu menyatakan bahwa perayaan ini menghasilkan modal simbolik besar melalui buket bunga mewah dan kehadiran teman sebagai bentuk pengakuan sosial. Investasi simbolik tersebut memperkuat posisi seseorang dalam komunitas digital sekaligus memicu kompetisi prestise yang tidak disadari.

Jean Baudrillard menambahkan bahwa masyarakat postmodern mengonsumsi nilai tanda atau sign value dari suatu barang. Buket bunga dan dokumentasi profesional dibeli bukan karena fungsi akademik melainkan demi makna sosial yang melekat di dalamnya.

Solidaritas kelompok juga terbangun melalui ritual sekuler ini yang menciptakan collective effervescence di antara mahasiswa. Media sosial mempercepat difusi inovasi sehingga budaya perayaan tersebut kini menjadi ekspektasi sosial baru yang dianggap normal di lingkungan kampus.

Di balik sisi positif sebagai bentuk apresiasi perjuangan akademik, fenomena ini turut melahirkan tekanan struktural dan budaya konsumtif bagi mahasiswa. Sebagian kalangan terpaksa merogoh kocek dalam demi memenuhi standar visual media sosial yang terus berkembang.

Topics
semhastulation semprotulation gen z sosiologi mahasiswa uinsu media sosial skripsi kampus
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.