Mozilla Firefox tetap mempertahankan dukungannya terhadap ekstensi pemblokir iklan uBlock Origin di tengah transisi besar industri peramban web menuju sistem baru. Berdasarkan pengumuman resmi melalui platform Bluesky, pihak pengembang menegaskan bahwa layanan tersebut tidak akan pergi ke mana pun.
Keputusan strategis tersebut merespons langkah Microsoft Edge yang segera menghentikan dukungan terhadap uBlock Origin beserta ekstensi pemblokir iklan berbasis arsitektur Manifest V2. Perubahan kebijakan itu mengikuti jejak Google Chrome dalam memigrasikan sistem mesin Chromium ke arsitektur Manifest V3.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis Kabayan News, transisi ke Manifest V3 membuat ekstensi pemblokir iklan kehilangan akses terhadap fungsi penting untuk mengidentifikasi dan memblokir iklan secara optimal saat menjelajahi situs web maupun menonton video.
Sebagian besar peramban web populer saat ini menggunakan mesin Chromium, termasuk Opera, Brave, Vivaldi, hingga Samsung Browser. Sementara itu, Firefox berdiri sebagai salah satu peramban independen non-Chromium yang masih bertahan di industri teknologi.
Pihak Mozilla menyatakan komitmen kuat untuk memanjakan para pengguna setia yang mengutamakan privasi dan kenyamanan berselancar tanpa gangguan iklan komersial. Pengguna kini tidak perlu beralih ke versi terbatas seperti uBlock Origin Lite yang memiliki fitur pemblokiran lebih sedikit.
Berdasarkan laporan PCWorld, peramban alternatif non-Chromium lain seperti Safari maupun DuckDuckGo juga tidak memberikan dukungan penuh terhadap ekstensi populer tersebut. Kondisi ini menempatkan Firefox sebagai benteng terakhir bagi para pencinta pemblokir iklan tanpa kompromi.