Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah departemen Choco di Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, yang memicu kerusakan masif serta korban jiwa. Guncangan kuat tersebut dirasakan di berbagai wilayah barat dan tengah Kolombia serta negara tetangga seperti Ekuador dan Panama.
Pemerintah Kolombia langsung menetapkan status darurat nasional menyusul bencana tersebut guna mengoptimalkan operasi pencarian dan penyelamatan korban. Sejumlah kota besar termasuk Cali, Pereira, Quibdo, dan Manizales mengalami kerusakan infrastruktur yang cukup parah akibat guncangan berdurasi sekitar dua menit itu.
Berdasarkan laporan resmi otoritas setempat, jumlah korban tewas akibat gempa bumi ini telah mencapai setidaknya 294 orang dengan lebih dari 3.900 orang mengalami luka-luka. Selain itu, ratusan warga masih dilaporkan hilang di tengah upaya evakuasi yang terus dikebut oleh tim penyelamat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePresiden Abelardo de la Espriella mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari serta memberlakukan status darurat ekonomi untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur. Bantuan internasional dari berbagai negara sahabat pun mulai berdatangan guna membantu penanganan darurat di lokasi terdampak.
Dampak Kerusakan Infrastruktur dan Tanggap Darurat
Guncangan gempa dengan kedalaman menengah tersebut berdampak luas pada setidaknya dua belas departemen di seluruh penjuru negeri. Ratusan ribu bangunan rumah, fasilitas kesehatan, gedung sekolah, serta jembatan mengalami kerusakan berat hingga roboh.
Sejumlah bandara di berbagai wilayah terpaksa menghentikan operasional penerbangan sementara waktu akibat kerusakan fasilitas landasan pacu dan menara pengawas. Otoritas penerbangan sipil terus memantau kondisi infrastruktur udara sebelum membuka kembali jalur penerbangan.
Tim penyelamat gabungan yang terdiri dari tentara, relawan, dan tenaga medis bekerja keras menembus reruntuhan bangunan untuk mencari korban selamat. Di beberapa wilayah, keterbatasan alat berat menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi di area permukiman yang terisolasi.
Pemerintah terus menggalakkan koordinasi lintas sektor guna memastikan distribusi logistik, pasokan medis, serta tempat pengungsian bagi warga terdampak dapat berjalan lancar. Bantuan dana darurat dari lembaga keuangan internasional juga diaktifkan untuk mendukung pemulihan jangka panjang.