Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah pesisir Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi, menyebabkan setidaknya 20 orang meninggal dunia. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika bersama United States Geological Survey, pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer dengan titik episenter 68 kilometer utara-barat laut Kota Ende.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Fathur Rahman menyatakan tim penyelamat telah mengevakuasi 20 jenazah dari tiga kabupaten terdampak parah, yaitu Sikka, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. "Delapan korban ditemukan dari longsor di desa Reok Manggarai," ujar Fathur.
Selain korban jiwa, enam orang dilarikan ke rumah sakit akibat luka berat, sementara dua warga lain masih dalam pencarian setelah tertimbun material longsor. Berdasarkan analisis Kabayan News, guncangan keras ini juga merusak sejumlah bangunan fasilitas umum, termasuk ruang tunggu terminal pelabuhan di Maumere.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Rudi Darmoko menjelaskan pemadaman listrik di berbagai kota dan desa menghambat arus informasi serta memperumit proses evakuasi darurat. "Kami terus mendata laporan kerusakan dan korban, namun terdapat gangguan komunikasi," ungkap Rudi.
Bencana alam tersebut juga memicu longsor di Kabupaten Ende yang memutus akses jalur Trans-Flores, jalur penghubung utama dari Labuan Bajo hingga Larantuka. Guncangan kuat turut dirasakan masyarakat di Bima, Nusa Tenggara Barat, hingga sebagian wilayah Sulawesi Selatan.