GovTech melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap puluhan pegawainya demi menjaga kualitas layanan digital bagi warga Singapura di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat.
Berdasarkan penjelasan Senior Minister of State for Digital Development and Information Jasmin Lau di parlemen, langkah penataan ulang tenaga kerja ini terpaksa ditempuh karena metode penarikan alami sebelumnya dinilai belum mencukupi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut analisis awak media, perubahan model operasional dari manajemen proyek satu kali menjadi kepemilikan produk berkelanjutan menuntut pergeseran kompetensi tenaga kerja secara menyeluruh.
"Teknologi berubah dengan sangat cepat dan GovTech harus mengikutinya, karena jika kita tertinggal maka kualitas produk dan layanan digital bagi warga akan menjadi taruhannya," ujar Jasmin Lau di hadapan para anggota parlemen.
Dalam gelombang pertama transformasi ini, tercatat pegawai yang berada di rentang usia 40-an tahun mendominasi proporsi kelompok usia yang terdampak kebijakan tersebut.
Kendati demikian, pihak kementerian memastikan bahwa seluruh pegawai yang terkena dampak telah diberikan dukungan masa transisi serta paket kompensasi yang layak untuk membantu proses peralihan karier mereka.