Kematian tragis menimpa seorang remaja berusia 13 tahun bernama Clayton Phillips setelah terlempar dari wahana permainan karnaval Yo-Yo di Butte, Montana, Amerika Serikat. Berdasarkan dokumen gugatan yang diajukan pihak keluarga, insiden maut tersebut terjadi akibat kelalaian operasional yang mengabaikan protokol keselamatan standar.
"C.J.P. terlempar, tercampak, dan jatuh dari wahana Yo-Yo yang sedang bergerak dari ketinggian yang cukup besar dan membentur tanah serta permukaan sekitarnya dengan keras," tulis isi gugatan hukum yang dilayangkan pihak keluarga korban.
Perusahaan pengelola wahana, Midway West Amusements, diduga tetap mengoperasikan permainan tersebut meskipun mengetahui setidaknya terdapat 10 kursi yang mengalami kerusakan dan kekurangan komponen sabuk pengaman serta konektor panggul. Alih-alih melakukan perbaikan atau menutup akses kursi rusak, pengelola hanya mengandalkan ingatan staf serta instruksi lisan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAkibat minimnya pengawasan dan pelatihan karyawan yang tidak memadai, korban ditempatkan pada kursi yang tidak aman selama acara karnaval berlangsung di Butte. Wahana ayunan berputar cepat tersebut akhirnya melontarkan korban hingga mengalami luka parah dan meninggal dunia dua pekan kemudian.
Tergugat Belum Berikan Tanggapan Resmi Terkait Tuntutan Hukum
Dalam gugatan hukum tersebut, keluarga menuntut ganti rugi material dan immaterial secara komprehensif dengan melibatkan sejumlah pihak sebagai tergugat, termasuk pemerintah Butte-Silver Bow, Midway West Amusements, serta perusahaan inspeksi keselamatan Shady Acres Safety Services.
Sejumlah pihak yang didaftarkan sebagai tergugat dalam gugatan hukum ini belum memberikan tanggapan resmi kepada awak media terkait tuduhan kelalaian operasional tersebut. Selain perusahaan pengelola wahana dan penyedia jasa inspeksi, gugatan juga mencakup 20 individu tak dikenal yang terdiri dari manajer hingga tenaga pemeliharaan.
Perwakilan Midway West Amusements, Michelle Jensen, sebelumnya telah mengakui adanya kerusakan mekanis pada wahana tersebut saat menjalani pemeriksaan oleh aparat penegak hukum setempat usai insiden kecelakaan terjadi.
Perusahaan inspeksi Shady Acres Safety Services bersama pemiliknya, Dennis Sutherland, turut dicatut dalam berkas perkara karena diduga lalai dalam memastikan kelayakan operasional wahana karnaval sebelum dibuka untuk umum di wilayah Montana.
Pihak keluarga korban menuntut pertanggungjawaban penuh atas kerugian finansial, biaya medis darurat, hingga potensi hilangnya pendapatan masa depan korban akibat kelalaian fatal yang dilakukan oleh manajemen penyelenggara karnaval.