Guru besar sosiologi Universitas Cambridge Jason Arday ditemukan meninggal dunia di kediamannya di kawasan Battersea, selatan London, pada hari Jumat, menyusul pengunduran diri dari posisi akademik menyusul tuduhan plagiarisme yang mencuat dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan laporan media setempat, pengamat Kabayan News mencatat bahwa kematian sosiolog berusia 41 tahun tersebut dikonfirmasi oleh pihak keluarga melalui penerbit Simon & Schuster U.K. yang menyatakan rasa kehilangan mendalam atas kepergian sang akademisi.
Pihak kepolisian Metropolitan London menyatakan bahwa kematian Arday tidak mencurigakan, sementara pihak universitas di bawah kepemimpinan Deborah Prentice sebelumnya telah membuka investigasi terkait proses rekrutmen dan tuduhan pelanggaran akademik yang diarahkan kepadanya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelumnya, pengunduran diri Arday terjadi setelah harian The Times memublikasikan analisis mengenai tesis doktoral tahun 2015 yang memuat dugaan kemiripan kalimat dengan karya peneliti lain, meskipun ia membantah tuduhan tersebut dan mengakui beberapa kesalahan penulisan.
Dari analisis Kabayan News, perjalanan hidup Arday sebelumnya sempat menjadi sorotan positif karena berhasil mendobrak batas sebagai profesor kulit hitam termuda di Cambridge pada tahun 2023 setelah mengatasi berbagai tantangan disabilitas perkembangan di masa kecilnya.