Habib Rizieq Shihab secara tegas menyerukan kepada masyarakat untuk berani melawan serta mengusir kelompok preman yang diduga dikerahkan dalam rangkaian aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 lalu. Seruan tersebut disampaikannya di hadapan publik dalam sebuah ceramah yang digelar pada akhir bulan Agustus.
Sebagaimana diwartakan dalam laporan media, Habib Rizieq mengaku sangat terkejut saat mengetahui adanya pengerahan kelompok berkedok preman dalam jumlah besar ke lokasi aksi. Ia menyebutkan bahwa terdapat sekitar lima truk penuh orang yang membawa senjata bambu runcing dalam unjuk rasa tersebut.
Menurut pernyataan Habib Rizieq, pengamanan massa demonstrasi yang berujung ricuh merupakan tugas mutlak dari aparat kepolisian, alih-alih mengerahkan kelompok preman. Ia bahkan mengaku telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto serta jajaran terkait agar aparat tidak melibatkan preman dalam menghadapi pengunjuk rasa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam kesempatan yang sama, Habib Rizieq juga mendesak pemerintah untuk bersikap tegas terhadap keberadaan organisasi kemasyarakatan yang dinilainya bertindak sebagai preman. Ia meminta agar lembaga berwenang membubarkan kelompok tersebut serta menangkap aktor pimpinannya untuk dijebloskan ke dalam penjara.
Aksi unjuk rasa yang diwarnai dugaan mobilisasi massa terorganisir ini kini menuai sorotan luas dari berbagai kalangan masyarakat. Desakan penegakan hukum secara transparan terus disuarakan agar situasi keamanan dan ketertiban nasional tetap terjaga dengan baik.