Harapan baru di Kolombia muncul setelah tim penyelamat mendapati tanda-tanda kehidupan dari balik reruntuhan bangunan di beberapa kota terdampak gempa bumi hebat. Gempa bermagnitudo 7.4 yang mengguncang negara Amerika Selatan tersebut telah merenggut setidaknya 287 korban jiwa dan memaksa puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal.
Berdasarkan laporan dari berbagai wilayah terdampak, tim penyelamat gabungan dari Venezuela, Argentina, serta Israel dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi korban selamat. Memasuki hari keempat pascagempa, jendela waktu penyelamatan semakin menipis bagi korban yang masih terjebak di bawah material bangunan runtuh.
Walikota Pereira Mauricio Salazar menyampaikan bahwa kontak darurat sempat terjalin dengan seorang perempuan meminta pertolongan di reruntuhan hotel runtuh. Pengamatan Kabayan News menunjukkan situasi serupa juga dilaporkan otoritas di Cali dengan setidaknya tiga orang teridentifikasi terjebak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePresiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengakui kompleksitas situasi bencana yang menguji awal masa jabatannya. Pemerintah pusat menggandeng sektor swasta untuk merancang program pembangunan ulang fasilitas umum serta penyediaan hunian sementara bagi para pengungsi.
Dampak kerusakan meluas hingga ke ratusan kota dengan ribuan fasilitas sekolah, pusat kesehatan, dan infrastruktur publik mengalami kehancuran parah. Sejumlah wilayah terpencil bahkan masih mengandalkan bantuan logistik mandiri dari relawan lokal serta tetangga sekitar akibat belum meratanya distribusi bantuan.
Komunitas internasional turut merespons krisis kemanusiaan ini melalui aliran dana bantuan serta pengiriman logistik darurat dari berbagai negara sahabat. Pemerintah berkomitmen mengawal proses rekonstruksi secara komprehensif demi memulihkan kehidupan masyarakat terdampak.