Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic resmi menghapus fitur pelacak tersembunyi dari asisten pengodean Claude Code setelah para peneliti menemukan mekanisme tersebut memantau informasi sensitif pengguna tanpa transparansi yang memadai.
Fitur tersembunyi ini pertama kali diungkap oleh pengembang independen yang menemukan adanya sinyal tersemat dalam prompt sistem untuk mengidentifikasi lokasi, penggunaan proksi, serta indikasi keterkaitan dengan laboratorium AI di Tiongkok.
Temuan tersebut memicu perdebatan luas di kalangan komunitas pengembang karena fitur pemantauan itu disembunyikan menggunakan penanda Unicode dan daftar domain tersandi alih-alih diumumkan secara transparan melalui catatan rilis resmi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenanggapi kritik yang beredar luas, insinyur Anthropic Thariq Shihipar menjelaskan bahwa mekanisme tersebut mulanya diterapkan sebagai uji coba untuk mencegah penyalahgunaan akun dan melindungi model dari serangan distilasi.
Langkah Anthropic Cegah Penyalahgunaan Sistem AI
Kebijakan penghapusan pelacak ini diambil menyusul peningkatan kekhawatiran industri terhadap praktik penyalinan model kecerdasan buatan atau yang dikenal sebagai model distillation oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Sebelumnya, Anthropic sempat menuding sejumlah pengembang AI asal Tiongkok menggunakan akun tiruan untuk mengekstrak jutaan data tanggapan dari Claude guna melatih sistem kompetitor tandingan.
Pihak manajemen Anthropic bahkan telah mendesak para pembuat kebijakan agar memperketat regulasi keamanan demi membentengi teknologi kecerdasan buatan terdepan dari upaya ekstraksi asing yang merugikan industri.
Meskipun niat awal penerapan sistem tersebut ditujukan untuk menjaga keamanan ekosistem, langkah penarikan ini diharapkan dapat memulihkan kembali kepercayaan para pengembang terhadap perangkat lunak buatan Anthropic.