Kuwait menghadapi ancaman keamanan berlapis setelah Kementerian Dalam Negeri berhasil menggagalkan sejumlah rencana teror dari kelompok ekstremis dalam beberapa bulan terakhir. Berbagai tantangan tersebut datang secara bersamaan, mulai dari upaya perekrutan anak di bawah umur oleh ISIS hingga sel militan yang berafiliasi dengan Hezbollah.
"Kami menghadapi penargetan dari Iran dan upaya kelompok teroris ISIS untuk merekrut anak di bawah umur serta warga negara," ujar jurnalis Ghanem Al Sulaimani mengenai situasi keamanan saat ini di Kuwait.
Ancaman dari ISIS kembali mencuat setelah aparat keamanan menangkap seorang warga negara yang merakit bahan peledak dan drone untuk menyerang fasilitas vital. Sehari sebelumnya, aparat juga mengamankan dua anak di bawah umur yang berkomunikasi dengan anggota ISIS guna merencanakan serangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAnalis politik Kuwait Ayed Al Manaa menilai kembalinya aktivitas kelompok ekstremis ini memerlukan pengawasan ketat dari keluarga dan penegak hukum. Menurutnya, radikalisme memanfaatkan celah dari pengajaran agama dan media sosial untuk menyasar generasi muda di kawasan Teluk.
Serangan Beruntun Iran dan Sel Hezbollah di Kuwait
Selain ancaman terorisme domestik, Kuwait juga berhadapan dengan serangan militer luar negeri secara intensif. Otoritas keamanan mencatat berbagai serangan udara, darat, dan laut yang diduga berasal dari Iran serta kelompok proksi di kawasan sekitar.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Kuwait juga membongkar empat sel tersembunyi yang berafiliasi dengan kelompok terlarang Hezbollah. Sel-sel tersebut merencanakan aksi pembunuhan terhadap sejumlah tokoh penting dan pemimpin negara.
Situasi semakin memanas ketika pasukan perbatasan terlibat bentrok dengan petugas Garda Revolusi Iran yang mencoba menyusup ke Pulau Bubiyan. Berbagai infrastruktur vital seperti pembangutan listrik, fasilitas militer, hingga bandara internasional turut menjadi sasaran serangan.
Meskipun menghadapi tekanan keamanan yang masif dari berbagai lini, aktivitas penerbangan dan pasokan logistik di Kuwait tetap berangsur pulih. Pemerintah terus memperketat pengawasan lintas batas demi menjamin stabilitas keamanan nasional.