Kekalahan telak 2-1 yang dialami Inggris dari Argentina di babak semifinal Piala Dunia 2026 menyisakan kepedihan mendalam bagi sang kapten, Harry Kane. Berdasarkan pengamatan tim redaksi di mixed zone Stadion Azteca, keheningan sempat menyelimuti sang penyerang sebelum rentetan pertanyaan mengenai masa depannya di kancah internasional mulai dilontarkan oleh para awak media.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan jalannya pertandingan, skuad asuhan Thomas Tuchel sebenarnya tampil cukup menjanjikan dan mampu mengimbangi sang juara bertahan pada paruh pertama. Gol dari Anthony Gordon pada menit ke-55 sempat membuka asa bagi Three Lions, namun Inggris kemudian dinilai terlalu bertahan sehingga memberikan ruang bagi Argentina untuk membalikkan kedudukan.
Menurut data statistik pertandingan, Harry Kane tampil kurang efektif sepanjang laga dengan hanya mencatatkan 26 sentuhan, sembilan umpan sukses, dan tanpa sekalipun menyentuh bola di dalam kotak penalti Argentina. Menanggapi performa timnya, Kane mengakui adanya kendala taktis yang dihadapi di lapangan.
"Karena satu dan lain hal, kami kesulitan menguasai bola, kami kesulitan memberikan tekanan pada bola, dan itu membuat mereka menciptakan lebih banyak momentum serta serangan di sepertiga akhir pertahanan kami," ujar Harry Kane saat diwawancarai setelah pertandingan.
Kegagalan di Piala Dunia ini menjadi antiklimaks yang ironis bagi Kane, mengingat ia baru saja melewati musim yang luar biasa bersama Bayern Munich dengan mencetak 58 gol di semua kompetisi. Catatan domestik 36 gol miliknya bahkan sempat memicu rumor kuat bahwa dirinya menjadi salah satu kandidat utama peraih Ballon d'Or tahun ini.
Sebelum turnamen dimulai, Kane sempat optimistis bahwa pencapaiannya di level klub dan tim nasional akan membantunya meraih penghargaan individu bergengsi tersebut. "Saya pasti akan menjadi salah satu favorit. Mengingat trofi yang saya menangkan musim ini dan jumlah gol yang saya cetak, saya akan ikut dalam persaingan," ungkap Kane saat itu.
Dari pantauan redaksi, kegagalan mencetak gol melawan Argentina juga membuat peluang Kane menyabet gelar Golden Boot hampir dipastikan tertutup. Mengingat usianya yang akan menginjak 33 tahun pada musim panas ini, banyak pihak berspekulasi bahwa ini merupakan kesempatan terakhir bagi sang striker untuk meraih kejayaan di Piala Dunia.
Meski demikian, kapten Inggris tersebut menegaskan bahwa dirinya belum memiliki rencana untuk pensiun dari sepak bola internasional dalam waktu dekat. "Tim nasional adalah kebanggaan dan kegembiraan saya. Itu adalah hal yang paling saya sukai lebih dari apa pun. Jelas empat tahun adalah waktu yang lama, saya berusia 33 tahun musim panas ini, tetapi itu tidak pernah berakhir bagi Leo Messi, dia masih tampil di level tertinggi. Saya tidak pernah ingin memberikan batasan pada hal-hal ini," pungkas Harry Kane.