Seorang anak kelas 6 Sekolah Dasar (SD) asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sukses menarik perhatian publik secara luas. Bocah bernama Ibrahim Al Abrar ini berhasil menemukan kerentanan keamanan berupa broken link hijacking pada salah satu domain publik milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bocah yang akrab disapa Ibra ini sukses menemukan celah tersebut setelah tekun mempelajari dunia keamanan siber. Tak tinggal diam, ia langsung melaporkan hasil temuannya melalui program resmi Vulnerability Disclosure Policy (VDP) milik NASA hingga akhirnya berhasil diverifikasi oleh tim internal mereka.
Setelah menunggu proses validasi, temuan Ibra akhirnya dinyatakan valid. Ia pun berhak mendapatkan surat apresiasi resmi langsung dari NASA sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas kontribusinya dalam membantu meningkatkan keamanan sistem lembaga kedirgantaraan tersebut.
"Kemarin bisa dapat sertifikat NASA itu karena nyari kerentanan di web NASA. Menemukan broken link hijacking. Terus dilaporkan lewat VDP. Lapornya sebenarnya sudah hampir 2 bulan, tapi baru dibalas tanggal 9 Juli, dapat sertifikat itu," ujar Aminudin, ayah dari Ibra saat memberikan keterangan pada Jumat (17/7).
Ibra sendiri saat ini tercatat sebagai siswa kelas 6 di SDN 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Ia merupakan putra kedua dari pasangan Aminuddin Salas dan Hannisa Oktaviani. Bakat teknologi Ibra tampaknya mengalir dari sang ayah yang berprofesi sebagai guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN Kemusu.
Aminudin mengungkapkan bahwa ketertarikan Ibra dengan dunia digital bermula dari kegemarannya bermain gim online. Lewat dukungan penuh orang tua, Ibra mulai belajar membuat gim sendiri melalui coding secara autodidak hingga akhirnya merambah ke dunia peretasan etis.
Dalam enam bulan terakhir, bocah jenius ini mulai fokus mendalami bidang keamanan siber secara mandiri melalui tayangan YouTube, bantuan kecerdasan buatan (AI), serta berbagai artikel di internet. Ibra pun kini memantapkan tekadnya dan bercita-cita untuk menjadi seorang profesional di bidang keamanan siber di masa depan.
Sebagai orang tua, Aminudin berharap pencapaian luar biasa ini bisa menjadi motivasi besar bagi putranya untuk terus mengasah kemampuan. Ia juga berharap kisah Ibra dapat menginspirasi anak-anak Indonesia lainnya agar memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif dan produktif.
"Kalau saya sebagai orang tua, harapannya, ini kan masih awal. Harapannya bisa tambah semangat habis dapat itu. Mungkin ke depannya bisa dapat bug bounty, biar bisa tambah semangat lagi. Karena kan ke depannya kalau dia memang pingin jadi cybersecurity profesional itu kan berarti sudah arahnya ke pekerjaan," pungkas Aminudin.