Hutan keramat di Western Ghats, India, berfungsi sebagai tempat perlindungan pohon asli sekaligus penyokong utama regenerasi hutan masa depan dibandingkan wilayah desa sekitar. Berdasarkan laporan penelitian terbaru, kawasan lindung berbasis budaya lokal ini menunjukkan efektivitas tinggi dalam menjaga kelestarian ekosistem.
Tim peneliti dari Applied Environmental Research Foundation (AERF) memetakan 82 pohon tua raksasa dari 20 spesies di desa Vanzole, wilayah utara Western Ghats. Hasil pengamatan menunjukkan hutan keramat memiliki jumlah spesies pohon raksasa hampir dua kali lipat lebih banyak daripada kawasan desa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut analisis Kabayan News, keberadaan pohon-pohon raksasa ini berperan sebagai habitat penting bagi satwa pemakan buah seperti burung rangkong yang membantu penyebaran biji secara luas. Biji jatuh di tanah hutan keramat memiliki peluang tumbuh lebih besar berkat minimnya gangguan aktivitas manusia.
Peneliti AERF Omkar Pai menyatakan bahwa hutan keramat berukuran rata-rata 6.587 meter persegi tersebut berfungsi sebagai tolok ukur ekologis keanekaragaman hayati asli wilayah setempat sebelum mengalami alih fungsi lahan. Namun ancaman alih fungsi, termasuk pembangunan kuil beton, tetap mengintai kelestarian kawasan tersebut.
Direktur AERF Archana Godbole menekankan pentingnya menjaga tradisi masyarakat lokal sebagai kunci utama pelestarian hutan keramat. Penguatan budaya pelindungan alam terbukti efektif mempertahankan fungsi ekologis kawasan hijau di tengah fragmentasi lanskap.