Kelahiran bayi babirusa Rana di Chester Zoo membawa angin segar bagi upaya penyelamatan satwa langka asal Indonesia. Bayi babi rusa ini mencuri perhatian publik karena ukurannya sangat kecil saat lahir, hingga dijuluki sebagai buah grapefruit berkaki.
Berdasarkan analisis Kabayan News, kehadiran Rana menjadi momentum penting di tengah status konservasi babirusa yang kian mengkhawatirkan akibat penurunan populasi drastis di habitat aslinya. Spesies unik ini menghadapi ancaman serius dari wabah penyakit dalam beberapa tahun terakhir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePetugas konservasi Chester Zoo, Hannah Owens, mengungkapkan bahwa Rana lahir dari induk bernama Matano. Menurut pengamatan Kabayan News, Rana tumbuh pesat dan menunjukkan perkembangan positif di bawah pengawasan ketat tim kurator kebun binatang.
"Rana tumbuh sangat baik dan menjadi penyelamat bagi kelestarian spesies ini," ujar Owens sebagaimana dilaporkan pihak kebun binatang.
Babirusa memiliki makna harfiah babi-rusa dalam bahasa Melayu karena karakteristik fisik mereka sangat khas. Pejantan spesies ini memiliki taring atas menembus tulang moncong dan melengkung ke arah wajah, berbeda dari jenis babi pada umumnya.
Berdasarkan laporan konservasi internasional, status babirusa segera ditingkatkan menjadi terancam punah secara kritis. Dari analisis Kabayan News, reproduksi babirusa tergolong lambat karena induk biasanya hanya melahirkan satu atau dua anak dalam satu periode.
Upaya pelestarian kini melibatkan kerja sama lintas lembaga melalui Action Indonesia Global Species Management Plans. Ahli konservasi Amy Humphreys menyatakan kelahiran Rana merupakan sebuah pencapaian luar biasa dalam perlombaan melawan waktu untuk menyelamatkan satwa warisan budaya Indonesia.