Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Ilmuwan Temukan Anomali Panas di...
BERITA

Ilmuwan Temukan Anomali Panas di Bawah Permukaan Planet Mars

By Rudi Weslan Rifadi 2 min read 1 September 2026
Ilmuwan temukan anomali panas raksasa di bawah permukaan belahan selatan Mars

Ilmuwan temukan anomali panas raksasa di bawah permukaan belahan selatan Mars

Penelitian terbaru mengenai struktur internal Mars kembali menegaskan bahwa planet merah tersebut memiliki dua belahan yang sangat berbeda karakteristiknya. Di bagian dalam belahan selatan Mars, temperatur tercatat mencapai 400 derajat Celsius lebih panas dibandingkan wilayah bawah belahan utara planet itu.

Alexander Berne selaku peneliti utama dari University of Arizona menjelaskan bahwa asumsi umum mengenai interior benda langit yang simetris secara sferis tidak sepenuhnya terbukti benar pada kasus Planet Merah. Tim peneliti meneliti data arsip dari tiga wahana antariksa NASA termasuk Mars Global Surveyor untuk mendeteksi variasi halus pada medan gravitasi.

Melalui teknik tomografi pasang surut yang memperhitungkan pengaruh gravitasi matahari, para ahli berhasil menyusun model struktur internal serta temperatur Mars secara mendetail. Hasil analisis menunjukkan mantel di bawah belahan selatan Mars lebih panas 200 hingga 400 derajat Celsius dibanding bagian utara dan berpotensi masih dalam kondisi cair sebagian.

Perbedaan suhu yang signifikan ini memperkuat temuan sebelumnya dari pendarat InSight milik NASA yang mendeteksi bahwa gelombang seismik meredam lebih cepat di wilayah selatan. Selain itu, temuan tersebut juga membantu menjelaskan anomali magnetik yang tersimpan dalam mineral-mineral kaya zat besi di wilayah selatan Mars.

Dikhawatirkan Picu Misteri Pemisahan Belahan Utara dan Selatan

Perbedaan kondisi interior ini selaras dengan kondisi permukaan Mars yang memang terbagi menjadi dataran rendah di utara dan dataran tinggi berKawah di selatan dengan kerak yang jauh lebih tebal. Amirhossein Bagheri dari Caltech menyebutkan bahwa pemahaman mendalam mengenai dikotomi ini sangat penting untuk menelusuri proses hidrologi dan pembentukan cekungan air purba di Mars.

Salah satu hipotesis utama yang berkembang adalah dugaan terjadinya hantaman objek raksasa purba pada masa lalu yang menciptakan cekungan besar di belahan utara sehingga mempermudah pelepasan panas internal. Alternatif lainnya adalah kerak tebal di selatan yang berfungsi sebagai penutup alami sehingga menahan panas mantel bumi tetap terperangkap di dalam.

Meski asal-usul pembagian dua wilayah tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan akademisi, penerapan teknik tomografi pasang surut membuka peluang baru untuk memetakan struktur internal planet lain di tata surya. Data gravitasi dengan resolusi lebih tinggi pada misi mendatang diharapkan mampu menjawab misteri evolusi geologi tersebut.

Temuan revolusioner mengenai anomali termal di bawah permukaan Mars ini telah resmi dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature pada 27 Agustus 2026. Eksplorasi lanjutan terus digalakkan guna memahami cetak biru pembentukan planet-planet berbatu di ruang angkasa.

Topics
mars anomali panas nasa alexander berne penelitian astronomi planet merah geologi
Jurnalis Senior

Rudi Weslan Rifadi adalah jurnalis berpengalaman dengan dedikasi tinggi dalam menyajikan berita akurat dan mendalam. Dengan latar belakang yang kuat di bidang jurnalistik, ia telah meliput berbagai peristiwa penting dan menyajikannya dengan gaya penulisan yang tajam serta analitis.