Penemuan gula alami erythrulose di dekat pusat galaksi Bima Sakti berhasil diungkapkan oleh tim peneliti internasional melalui publikasi jurnal Nature Astronomy.
Senyawa gula empat karbon tersebut terdeteksi di dalam awan molekul G+0.693-0.027 dengan menangkap dua belas sinyal spektral yang cocok.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Pendeteksian erythrulose di awan molekul adalah penemuan menarik membuka peluang mengidentifikasi gula lebih kompleks," ujar peneliti Carlos Briones dari Pusat Astrobiologi Spanyol.
Berdasarkan analisis para ilmuwan, keberadaan gula luar angkasa ini memperkuat teori bahwa bahan penyusun kehidupan purba mungkin tiba di Bumi dari kosmos sejak empat miliar tahun lalu.