Militer Israel (IDF) akhirnya membuat pengakuan mengejutkan terkait kematian bocah Palestina berusia 5 tahun, Hind Rajab, dan enam kerabatnya di Gaza. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis Rabu waktu setempat, IDF mengakui bahwa pasukannya melepaskan tembakan ke arah kendaraan yang ditumpangi keluarga tersebut pada Januari 2024 silam.
Pengakuan ini menjadi pembalik fakta yang signifikan dari posisi militer Israel sebelumnya. Selama berbulan-bulan, IDF terus membantah keterlibatan pasukannya dalam insiden yang menewaskan keluarga Hamada tersebut dengan alasan bahwa tidak ada tentara mereka yang berada di dekat lokasi kejadian atau dalam jangkauan tembak saat peristiwa berlangsung.
Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh General Staff Fact-Finding and Assessment Mechanism (FFAM), IDF menyebut pasukannya menembaki kendaraan keluarga Hamada saat mobil tersebut mendekati posisi mereka. Hind Rajab dan sepupunya yang berusia 15 tahun, Layan Hamada, sempat bertahan hidup di dalam mobil, namun sayangnya mereka kemudian ditemukan tewas bersama lima kerabat lainnya 12 hari setelah kejadian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTidak hanya mengakui penembakan terhadap keluarga Hind, IDF juga mengumumkan dimulainya investigasi kriminal terkait tewasnya dua paramedis dari Palestine Red Crescent Society (PRCS). Paramedis tersebut tewas saat mencoba mengevakuasi korban setelah mendapat koordinasi pergerakan dari otoritas terkait.
Menanggapi langkah militer tersebut, ibu dari Hind Rajab, Wesam Hamada, menyatakan keraguannya atas transparansi proses yang akan dilakukan. "Saya tidak ingin investigasi militer yang tertutup. Saya ingin investigasi yang independen, transparan, dan akuntabilitas nyata bagi semua yang bertanggung jawab," tegas Wesam dikutip dari laporan media.
Kasus Hind Rajab sendiri merupakan salah satu insiden korban sipil paling menonjol selama awal perang di Gaza. Rekaman panggilan darurat yang memperlihatkan keputusasaan Hind saat meminta tolong sementara tank mendekat, sempat menjadi sorotan dunia dan memicu desakan luas untuk penyelamatan dirinya saat itu.
Selain kasus Hind Rajab, investigasi kriminal kedua juga dibuka terkait tewasnya 15 warga Palestina, termasuk tenaga medis dan seorang staf PBB, dalam serangkaian insiden penembakan di Tel al-Sultan, Rafah, pada Maret 2025. Dalam insiden tersebut, militer mengakui tentara mereka menghancurkan kendaraan korban dan menutup jasad mereka dengan kawat logam.