Berdasarkan laporan dari media internasional, korban tewas akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza terus mengalami peningkatan signifikan hingga menembus angka 73.417 jiwa. Sebagaimana diwartakan, penambahan korban ini terjadi setelah serangkaian serangan gencar kembali menghantam wilayah kantong Palestina tersebut dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa rumah sakit-rumah sakit setempat menerima puluhan korban jiwa dan luka-luka akibat hantaman peluru serta tembakan artileri. Situasi kemanusiaan di wilayah tersebut kian memprihatinkan karena militer Israel dilaporkan terus melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya melalui berbagai serangan udara dan darat.
Salah satu insiden paling mematikan terjadi ketika serangan udara Israel menghantam markas kepolisian kota di Gaza City, menewaskan sedikitnya sembilan orang termasuk seorang anak perempuan berusia 13 tahun. Rumah Sakit al-Shifa melaporkan kedatangan puluhan korban luka-luka di tengah suasana duka mendalam dari para keluarga korban yang meratapi kehebohan serangan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan media, gelombang serangan terbaru ini telah mendorong total korban tewas akibat pelanggaran gencatan senjata sejak Oktober tahun lalu menjadi 1.283 orang dengan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Secara keseluruhan, eskalasi konflik berkepanjangan ini telah merusak sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza dengan estimasi biaya rekonstruksi yang sangat masif.
Di sisi lain, juru bicara Hamas Hazem Qassem mengecam keras tindakan militer Israel yang dinilai mengabaikan berbagai seruan penghentian permusuhan. Pihaknya menegaskan bahwa situasi di lapangan sudah sangat tidak tertahankan dan mendesak komunitas internasional maupun pihak terkait untuk segera menekan Israel agar mematuhi komitmen gencatan senjata.