Jefferies mengungkapkan krisis pasar minyak global saat ini tercermin jelas melalui lonjakan harga diesel yang melampaui rekor tertinggi sebelumnya di tengah ketegangan geopolitik dan kebuntuan di Selat Hormuz.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, harga minyak mentah Brent sempat bertahan di kisaran USD 90 per barel sebelum melandai ke sekitar USD 87 seiring para pelaku pasar menantikan kejelasan pembukaan kembali jalur pelayaran vital tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan Jefferies, analis energi Sam Burwell menjelaskan bahwa ketatnya pasar energi dunia saat ini lebih banyak bermanifestasi pada produk kilang sulingan ketimbang minyak mentah itu sendiri.
International Energy Agency turut melaporkan proyeksi defisit pasokan yang cukup besar pada kuartal ini akibat hambatan distribusi global dan tingginya harga yang mulai menekan permintaan dunia secara keseluruhan.
Dari analisis Kabayan News, keterbatasan pasokan diesel secara global berpotensi terus bertahan dalam jangka panjang dan menjaga tingkat volatilitas harga energi tetap tinggi hingga tahun depan.