Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Harga Minyak Dunia Turun,...
INTERNASIONAL

Harga Minyak Dunia Turun, Kekhawatiran Permintaan Tekan Pasar

By Dewi Lestari • 2 min read • 13 Agustus 2026
Ilustrasi kilang minyak dunia yang mencatat penurunan harga akibat kekhawatiran permintaan global

Ilustrasi kilang minyak dunia yang mencatat penurunan harga akibat kekhawatiran permintaan global

Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan hari Kamis setelah mencatatkan kenaikan pada sesi sebelumnya, terseret oleh kekhawatiran pasar terhadap proyeksi pelemahan permintaan global sepanjang tahun ini serta belum adanya kejelasan pembukaan jalur vital Selat Hormuz.

Berdasarkan pengamatan Kabayan News, pasar energi global kini tengah menghadapi tekanan ganda di tengah kebuntuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan signifikan.

"Tidak ada perkembangan baru antara Amerika Serikat dan Iran sehingga kedua belah pihak tetap berada dalam posisi jalan buntu," ungkap analis ING dalam catatan resmi mereka.

Sementara itu, serangan pesawat nirawak berskala besar yang baru saja menghantam kawasan pelabuhan Novorossiysk di Rusia dilaporkan tidak menimbulkan kerusakan berarti pada infrastruktur fasilitas terminal minyak setempat.

Di tengah mandeknya prospek pembukaan kembali Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi pemicu utama kenaikan harga, fokus pelaku pasar beralih pada prospek permintaan menyusul lonjakan tak terduga cadangan minyak mentah Amerika Serikat serta proyeksi konsumsi lebih rendah dari OPEC dan International Energy Agency.

Data resmi dari Energy Information Administration menunjukkan persediaan komersial minyak mentah Amerika Serikat mencatatkan lonjakan mingguan terbesar sejak bulan Januari 2023 akibat penurunan drastis volume ekspor.

Cadangan minyak mentah melonjak sebesar 17,4 juta barel menjadi 424,4 juta barel pada pekan yang berakhir tanggal 7 Agustus, mencatatkan level tertinggi sejak tanggal 5 Juni, jauh melampaui ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters yang sebelumnya memperkirakan penurunan sebesar 1,4 juta barel.

Pada hari yang sama, Organization of the Petroleum Exporting Countries menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk tahun 2026 menjadi 580.000 barel per hari dalam laporan pasar bulanan mereka.

Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.