Kawasan Kebun Raya Bogor seluas 87 hektar di pusat Kota Bogor menyimpan sejarah panjang sebagai kebun botani tertua di Asia Tenggara yang kini dioperasikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional. Berada tepat di sebelah kompleks Istana Kepresidenan Bogor, kawasan ini menampung belasan ribu jenis koleksi pohon dan tumbuhan tropis yang tumbuh subur berkat iklim hujan harian.
Akar sejarah kawasan ini bermula dari hutan buatan atau samida yang didirikan oleh Prabu Siliwangi pada masa Kerajaan Sunda untuk melindungi bibit pohon langka. Setelah sempat terbengkalai, VOC mendirikan taman di lokasi yang sama sebelum akhirnya Thomas Stamford Raffles mengubah halaman Istana Buitenzorg menjadi taman bergaya Inggris klasik pada masa pendudukan Inggris.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTonggak pendirian resmi kebun ini terjadi pada 18 Mei 1817 berkat usulan ahli botani Caspar Georg Karl Reinwardt yang mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen. Dulu dikenal sebagai "s Lands Plantentuin te Buitenzorg, tempat ini langsung difokuskan sebagai pusat pengembangan pertanian dan hortikultura di Nusantara.
Perkembangan pesat terus berlanjut di bawah kepemimpinan para ilmuwan besar dunia seperti Johannes Elias Teijsmann dan Melchior Treub yang memperkaya koleksi tumbuhan serta merintis berbagai institusi sains penting seperti Herbarium Bogoriense. Transformasi berkelanjutan menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai laboratorium alam terkemuka, tetapi juga destinasi wisata edukasi populer bagi masyarakat luas.
Transformasi Modern dan Peristiwa Bersejarah Kebun Raya Bogor
Memasuki era modern, Kebun Raya Bogor memperkuat perannya dalam konservasi global melalui kerja sama strategis pengelolaan bersama pihak swasta di bawah naungan BRIN. Berbagai fasilitas riset terus dioptimalkan guna menjaga keberlangsungan ribuan spesies tanaman bernilai ekonomi dan ekologis tinggi.
Perjalanan panjang kebun botani ini juga diwarnai sejumlah peristiwa penting, termasuk peresmian Tugu Peringatan Reinwardt pada peringatan hari jadinya yang ke-189 oleh perwakilan Kedutaan Besar Jerman dan LIPI. Momen tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring kerja sama konservasi tumbuhan tingkat regional ASEAN.
Di sisi lain, tantangan alam juga pernah menguji ketahanan kawasan bersejarah ini ketika badai angin kencang menyebabkan ratusan pohon berusia ratusan tahun tumbang pada tahun 2006. Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting akan perlunya mitigasi risiko dan perawatan intensif demi menjaga kelestarian pohon-pohon kolosal di dalamnya.
Hingga kini, Kebun Raya Bogor tetap mempertahankan posisinya sebagai paru-paru hijau perkotaan yang memadukan fungsi edukasi ilmiah, sejarah kolonial, dan rekreasi keluarga. Kombinasi unik tersebut membuat daya tarik kawasan ini tidak pernah surut dari lintas generasi pengunjung.