Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Batavia, Riwayat Kota...
BERITA

Profil Batavia, Riwayat Kota Kolonial yang Menjadi Jakarta

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 9 Agustus 2026
Kawasan Kota Tua Jakarta yang menyimpan sejarah masa kolonial Batavia

Kawasan Kota Tua Jakarta yang menyimpan sejarah masa kolonial Batavia

Batavia merupakan kota kolonial penting yang menjadi pusat jaringan perdagangan Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC di Asia selama masa Hindia Belanda. Wilayah historis ini mencakup area yang kini setara dengan Jakarta modern beserta daerah penyangga di sekitarnya termasuk Banten dan Jawa Barat.

Pendirian kota tersebut dimulai setelah Jan Pieterszoon Coen menghancurkan Jayakarta pada tahun 1619 dan mendirikan benteng pertahanan di dekat muara Sungai Ciliwung. Pemerintah kolonial kemudian memilih nama Batavia untuk mengenang suku Batavi asal Jermanik guna memperkuat identitas kekuasaan mereka di tanah Nusantara.

Selama lebih dari tiga abad, wilayah ini berkembang menjadi pusat administratif dan perdagangan yang dikelilingi oleh sistem kanal bergaya Eropa. Arsitektur kota terbagi menjadi dua bagian utama yaitu Oud Batavia di kawasan pesisir serta Weltevreden yang terletak di dataran tinggi bagian selatan.

Dominasi kekuasaan kolonial Eropa di kota tersebut akhirnya berakhir ketika tentara Jepang menduduki wilayah Hindia Belanda pada tahun 1942. Penguasa pendudukan mengubah nama kota menjadi Jakarta untuk menarik simpati penduduk lokal di tengah berkecamuknya Perang Dunia Kedua.

Jejak Pelabuhan Sunda Kelapa Sebelum Era Kolonial

Jakarta

Perubahan nama secara resmi menjadi Djakarta dan kemudian disesuaikan menjadi Jakarta baru terjadi setelah Indonesia memperoleh kedaulatan penuh pada tahun 1949. Transformasi panjang ini menjadikan kawasan tersebut saksi bisu perjalanan sejarah bangsa dari masa kolonial hingga era kemerdekaan.

Komposisi penduduk di kota masa lampau ini juga sangat beragam karena diisi oleh berbagai kelompok etnis mulai dari pendatang Tionghoa, pedagang Arab, budak belian dari Bali, hingga masyarakat pribumi. Percampuran budaya antarwarga tersebut melahirkan kelompok masyarakat baru yang membentuk akar kebudayaan lokal modern.

Sebelum kedatangan bangsa Belanda, wilayah pesisir tersebut dikenal sebagai Sunda Kelapa yang merupakan pelabuhan penting di bawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Aktivitas perdagangan di pelabuhan ini sangat ramai dan dikunjungi oleh berbagai kapal pedagang dari mancanegara.

Menghadapi ancaman ekspansi Kesultanan Demak, pihak kerajaan Hindu sempat menjalin perjanjian persahabatan dengan Portugis pada tahun 1522 untuk meminta bantuan militer. Namun rencana tersebut tidak berjalan mulus karena bala tentara Kesultanan Demak di bawah pimpinan Fatahillah berhasil merebut pelabuhan.

Topics
batavia jakarta sejarah voc hindia belanda sunda kelapa jayakarta kolonial indonesia
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.