Nasib naas menimpa seorang jurnalis bernama Popy Rakhmawaty beserta anak balitanya. Keduanya mengalami kecelakaan tunggal usai sepeda motor yang dikendarai melintasi permukaan jalan tidak rata akibat proyek konstruksi bermasalah di kawasan Mangga Besar, Jakarta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pasca insiden tersebut, Popy dan sang buah hati langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawah Besar, Jakarta Pusat, guna mendapatkan perawatan medis. Popy dilaporkan mengalami luka di bagian wajah, sementara anaknya mengalami trauma berat akibat benturan saat kecelakaan terjadi.
Kondisi jalanan yang rusak dan membahayakan pengendara tersebut ternyata sudah memakan korban berulang kali. Berdasarkan keterangan warga setempat, lokasi pengerjaan proyek tersebut memang kerap menjadi titik rawan kecelakaan lalu lintas.
Efendi, seorang juru parkir di sekitar lokasi kejadian mengungkapkan bahwa para pekerja proyek terkesan lepas tangan dan enggan memberikan pertolongan saat ada pengendara yang terjatuh.
"Udah tiga kali sama ini, pagi juga ada yang jatoh. Kalau pas ada yang jatoh pada kabur mereka, gak ada yang mau nolongin. Tadi aja pada diam aja kan, gak ada yang nyamperin nolongin," ujar Efendi.
Dugaan pemicu utama kecelakaan makin menguat usai pihak keluarga korban berinteraksi langsung dengan salah satu pekerja konstruksi di lokasi bernama Agung. Dalam keterangannya, Agung mengakui pengerjaan jalan di titik tersebut memang bermasalah.
"Iya itu gagal, jadi jalanannya gak rata," aku Agung saat dikonfirmasi oleh keluarga korban.
Atas peristiwa memilukan ini, pihak keluarga korban mendesak adanya penanganan serius serta pertanggungjawaban terbuka dari kontraktor pelaksana maupun dinas terkait. Keluarga meminta evaluasi menyeluruh terhadap standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada proyek infrastruktur tersebut agar tidak ada korban berikutnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterang resmi dari pihak pelaksana proyek maupun aparat kepolisian setempat mengenai kepastian penyebab pasti kecelakaan dan langkah penanganan lebih lanjut.