Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria digotong paksa oleh sejumlah orang di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Pihak kepolisian saat ini tengah turun tangan melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan konflik antartetangga tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Erlyn Sumantri, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun oleh pihak kepolisian, korban dan para pelaku diketahui saling mengenal dan berstatus sebagai tetangga.
"Informasinya yang saya dapat, korban dan pelaku berstatus tetanggaan," ujar AKP Erlyn Sumantri saat memberikan konfirmasi kepada wartawan pada Kamis (16/7/2026).
Dalam rekaman video yang beredar luas di jagat maya, terlihat jelas aksi kekerasan yang menimpa korban. Ada tiga pria yang menggotong korban secara paksa, di mana seorang pria bercelana pendek mengangkat kedua kaki korban, sementara dua pria lainnya memegangi kedua tangan korban.
Korban yang saat itu masih mengenakan helm tampak digotong paksa ke arah ujung gang. Tak sampai di situ, korban juga sempat ditendang oleh seorang pria beruban yang mengenakan celana pendek berwarna merah di tengah aksi pengoroyokan tersebut.
Seorang wanita juga terlihat sempat ikut berjalan mendampingi ketiga pria yang menggotong korban, meski tidak sampai ke ujung gang. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa para terduga pelaku yang terlibat aksi ini merupakan satu keluarga.
Meskipun korban sempat berusaha memberontak untuk melepaskan diri, ia tetap digotong paksa oleh para pelaku hingga jarak sekitar 100 meter. Saat ini, aparat kepolisian masih terus mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.
"Masih proses penyelidikan, kasus berlanjut, keterangan dari Kanit Reskrim Polsek Gambir," tutur Erlyn menjelaskan perkembangan penanganan kasus tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, perselisihan hebat ini dipicu oleh masalah sepele. Pihak terduga pelaku merasa tersinggung ketika korban membunyikan klakson kendaraan saat melintas. Adapun peristiwa keributan ini diketahui terjadi pada akhir tahun lalu.
"Betul, ketersinggungan karena korban bunyikan klakson," pungkas Erlyn mengenai motif awal terjadinya perselisihan berdarah antartetangga tersebut.