Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Kalshi Dilarang di Washington, Hakim...
BERITA

Kalshi Dilarang di Washington, Hakim Sebut Melanggar Hukum Perjudian

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 22 Juli 2026
Ilustrasi larangan operasional pasar prediksi Kalshi akibat pelanggaran hukum perjudian

Ilustrasi larangan operasional pasar prediksi Kalshi akibat pelanggaran hukum perjudian

Pengadilan Tinggi King County di Washington resmi mengabulkan permohonan pemerintah setempat untuk memblokir platform pasar prediksi Kalshi dari penawaran kontrak acara. Hakim John McHale menilai bahwa pengoperasian platform tersebut terindikasi kuat melanggar undang-undang perjudian negara bagian. Langkah penegakan hukum ini menempatkan Washington berjejer bersama Massachusetts, Michigan, Nevada, dan New York yang telah lebih dulu membatasi aktivitas Kalshi.

Dalam putusannya, Hakim John McHale menyatakan bahwa opsi injungsi awal ini sangat diperlukan untuk mencegah kerugian nyata bagi masyarakat setempat. "Negara bagian berhasil menunjukkan adanya potensi kerugian nyata dan substansial bagi konsumen Washington akibat aktivitas perjudian ilegal jika injungsi tidak dikeluarkan," ujar McHale saat membacakan keputusannya. Ia menambahkan bahwa kepentingan publik dan perlindungan konsumen jauh lebih mendesak ketimbang dampak finansial yang dialami oleh pihak Kalshi. Rincian perintah injungsi secara resmi bakal diterapkan mulai 5 Agustus mendatang.

Keputusan pengadilan tersebut disambut hangat oleh Jaksa Agung Washington, Nick Brown, yang melayangkan kritik tajam terhadap praktik bisnis pasar prediksi. "Kalshi menggemukkan kantong mereka saat mereka mempromosikan taruhan ilegal pada olahraga, pemilu, jumlah kasus campak tahun ini, apa yang akan dikatakan saksi selama persidangan perdagangan anak, dan bahkan bencana alam," tegas Nick Brown dalam keterangan resminya. Ia menyebut kemenangan di pengadilan ini sebagai langkah awal yang penting untuk menuntut pertanggungjawaban Kalshi.

Menanggapi pemblokiran tersebut, pihak Kalshi menyatakan kekecewaannya dan menegaskan bahwa pengawasan industri pasar prediksi seharusnya berada di bawah wewenang regulator federal. "Negara bagian tidak memiliki yurisdiksi untuk mengatur pasar prediksi," tulis manajemen Kalshi dalam pernyataan resminya. Pihak perusahaan juga menyayangkan tindakan pemerintah Washington yang dinilai terus membuang-buang uang pembayar pajak untuk melakukan gugatan hukum.

Penegakan hukum di tingkat negara bagian ini memicu perselisihan regulasi dengan US Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang mengklaim memiliki yurisdiksi eksklusif atas industri tersebut. CFTC bahkan sempat menantang tindakan regulasi di sedikitnya sembilan negara bagian. Sebelumnya pada bulan April lalu, pengadilan banding federal mengutip kewenangan CFTC untuk menghalangi otoritas perjudian New Jersey dalam mengatur kontrak acara olahraga milik Kalshi.

Pasar prediksi seperti Kalshi dan Polymarket memungkinkan pengguna bertaruh pada hasil berbagai peristiwa, mulai dari ajang olahraga hingga pemilihan umum. Popularitas platform ini melonjak drastis sejak Pemilu Presiden AS 2024 setelah prediksi mereka dinilai lebih akurat ketimbang lembaga survei saat memperkirakan kemenangan Donald Trump atas Kamala Harris. Berdasarkan data Dune Analytics, taruhan yang mengalir melalui Kalshi dan Polymarket bahkan menembus angka 19,04 miliar dolar AS selama ajang Piala Dunia berlangsung.

Topics
kalshi washington pasar prediksi judi online cftc nick brown hukum amerika
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.