Alejandro Garnacho bertekad mengembalikan performa terbaik setelah bergabung dengan Aston Villa menyusul masa-masa sulit bersama Manchester United dan Chelsea. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, penurunan karier pemain asal Argentina ini terjadi dalam kurun waktu delapan belas bulan terakhir akibat masalah kedisiplinan dan minimnya kontribusi gol di Stamford Bridge.
Sebelum merapat ke Villa Park, Garnacho sempat mencatatkan awal karier gemilang sebagai remaja di Old Trafford bersama Cristiano Ronaldo. Namun, hubungan dengan manajer Ruben Amorim memburuk setelah aksi protes terbuka pada final Liga Europa, yang kemudian berujung pada penjualan senilai 40 juta Poundsterling ke Chelsea.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMasa bakti Garnacho di London Barat tidak berjalan mulus karena hanya mencetak satu gol liga sebelum akhirnya dipinjamkan ke Aston Villa dengan opsi pembelian. Menurut laporan Daily Star, kedatangan penyerang sayap ini diplot untuk mengisi kekosongan lini serang setelah Morgan Rogers hengkang ke Chelsea dengan mahar fantastis.
Meskipun sempat terkendala protokol gegar otak pada awal kedatangannya, mantan kiper Aston Villa Brad Friedel meyakini Unai Emery mampu membimbing Garnacho kembali ke jalur kemenangan. Dari analisis Kabayan News, keputusan manajemen Aston Villa melepas Rogers dan mendatangkan Garnacho merupakan strategi cerdas dalam mematuhi aturan finansial Profit and Sustainability Rules sekaligus mempercayakan polesan taktik kepada Emery.