Dunia sepak bola Argentina kembali diguncang oleh polemik hukum yang melibatkan para petinggi Asosiasi Sepak Bola Argentina atau AFA. Kejaksaan setempat dikabarkan akan segera mengambil langkah hukum lanjutan ke Mahkamah Agung terkait yurisdiksi penanganan kasus properti mewah yang dikenal sebagai Mansión de Pilar.
Berdasarkan laporan media, Jaksa Agung Mario Villar akan mengajukan banding terhadap putusan Kamar Banding Federal yang sebelumnya memutuskan agar penyelidikan kasus tersebut dilimpahkan ke pengadilan federal Campana. Kasus ini sendiri menyeret nama bendahara AFA, Pablo Toviggino, atas dugaan tindak pidana pencucian uang.
Mengutip laporan media, keputusan Mahkamah Agung nantinya akan menjadi penentu krusial bagi masa depan hukum AFA serta para petingginya, termasuk sang presiden Claudio "Chiqui" Tapia dan Toviggino. Pasalnya, selain perkara properti mewah tersebut, terdapat sejumlah berkas perkara lain yang juga menunggu ketetapan dari majelis hakim tertinggi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diwartakan, sengketa kewenangan mengadili ini mencakup perpindahan dana luar negeri melalui perusahaan pihak ketiga hingga rencana pemindahan kantor pusat AFA dari ibu kota ke kawasan Pilar. Pemerintah Argentina melalui Inspeksi Umum Keadilan turut mengawasi ketat perpindahan administratif tersebut di tengah ketegangan yang terjadi.
Pihak kejaksaan menilai bahwa pengusutan perkara seharusnya tidak hanya berpusat di Campana, melainkan memerlukan investigasi menyeluruh karena melibatkan aliran dana lintas wilayah. Mahkamah Agung kini memegang kendali penuh untuk memutuskan arah akhir dari rentetan investigasi sensitif yang mengguncang induk sepak bola nasional tersebut.