Seekor red panda bernama Ruby mati di Santa Barbara Zoo, California, akibat penyakit Addison setelah mengalami krisis medis mendadak pada awal Agustus 2026. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, kehebohan menyelimuti kebun binatang tersebut lantaran peristiwa tragis ini terjadi hanya berselang dua pekan setelah kematian dua bayi kembar yang baru dilahirkannya pada Juli lalu.
Direktur Perawatan Hewan Santa Barbara Zoo, Kristen Wieners menyatakan bahwa tim medis segera melarikan Ruby ke rumah sakit khusus hewan setelah melihat kondisi kesehatannya memburuk drastis secara tiba-tiba. Mengutip laporan resmi pihak kebun binatang, pemeriksaan awal menunjukkan bahwa Ruby menderita gangguan endokrin langka yang memicu kegagalan kelenjar adrenal memproduksi hormon penting.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePihak pengelola kebun binatang menjelaskan bahwa stres fisiologis ekstrem akibat kehamilan, proses melahirkan, dan masa laktasi diduga menjadi pemicu utama krisis kesehatan mendadak tersebut. Dari analisis Kabayan News, kondisi fisik Ruby diperparah oleh tingkat kematian bayi red panda yang cukup tinggi secara alami di habitat penangkaran maupun alam liar.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, tim dokter hewan telah memberikan perawatan intensif di unit perawatan darurat termasuk dukungan oksigen dan konsultasi spesialis secara maraton. Kendati demikian, pihak kebun binatang menegaskan bahwa kematian Ruby tidak memiliki keterkaitan langsung dengan insiden kehilangan kedua anaknya beberapa waktu lalu.