Keluarga aktivis pro-Ukraina asal Rusia, Nikita dan Olga Belov, terancam dideportasi dari Finlandia setelah pengajuan suaka mereka berulang kali ditolak otoritas setempat. Berdasarkan pengamatan redaksi, pasangan ibu dan anak ini meninggalkan tanah air mereka pada tahun 2022 akibat penolakan terhadap invasi militer ke Ukraina.
Nikita memutuskan meninggalkan pekerjaannya sebagai insinyur di Moskow setelah mengetahui keterlibatan institusi tersebut dalam upaya perang. Sejak tiba di Finlandia, Nikita dan ibunya aktif menggalang bantuan kemanusiaan serta logistik bagi militer Ukraina.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, layanan imigrasi Finlandia menilai mereka tidak menghadapi risiko nyata jika kembali ke Rusia. Keputusan tersebut menuai kritik mengingat rekam jejak aktivisme politik mereka yang sangat vokal menentang kebijakan Kremlin.
Berdasarkan analisis awak media, kasus ini mencerminkan pengetatan kebijakan suaka di Finlandia sejak penutupan perbatasan secara masif. Sejak tahun 2022, ribuan warga Rusia telah ditolak permohonan sulakanya atau dideportasi kembali.
Pengacara keluarga Belov menyatakan kliennya menghadapi ancaman penangkapan, pemenjaraan, hingga penyiksaan jika dipulangkan ke Rusia. Hingga kini, mereka masih menunggu keputusan pengadilan lanjutan terkait nasib status suaka di Finlandia.