Proses penarikan atau retraction makalah ilmiah yang dilakukan mahasiswi Princeton University, Rishika Porandla, dari jurnal Macromolecular Materials and Engineering menuai apresiasi luas karena menjunjung tinggi integritas akademik.
Berdasarkan analisis Kabayan News, keberanian mengambil langkah korektif mandiri seperti ini tergolong langka di kalangan akademisi muda, mengingat risiko terhadap reputasi profesional yang sering kali menjadi momok menakutkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKisah ini bermula ketika Rishika mengambil kelas "The Curious Scientist" di Princeton dan berniat melanjutkan riset biodegradabilitas plastik polyvinyl chloride (PVC) yang sempat ia publikasikan saat masih duduk di bangku SMA.
Namun, dalam proses verifikasi ulang di Princeton Imaging and Analysis Center, ia justru menemukan dua kesalahan metodologi fatal terkait durasi paparan sinar elektron dan sebaran nanopartikel emas yang tidak merata.
"Saya mendapati diri saya berharap eksperimen berikutnya dapat menjelaskan ketidakkonsistenan tersebut," ujar Rishika mengenang momen ketika ia pertama kali menyadari adanya kerancuan pada hasil penelitian lamanya.
Setelah berkonsultasi dengan instruktur kelas Andrea DiGiorgio dan pihak penerbit Wiley, ia memutuskan untuk secara proaktif menarik publikasi tersebut demi mencegah peneliti lain mengutip data yang tidak akurat.
Redaktur pelaksana Macromolecular Materials and Engineering, David Huesmann, memuji langkah jujur tersebut dan menyebut tindakan sukarela semacam ini sebagai cerminan komitmen nyata terhadap kejujuran ilmiah di dunia riset.
Kini, pengalaman pahit tersebut tidak menyurutkan semangat Rishika yang bercita-cita menekuni bidang astrofisika, melainkan justru menjadi titik awal untuk merancang riset lanjutan yang jauh lebih sempurna.