Kabar mengejutkan datang dari sektor bisnis di Irlandia setelah LPS International Plant, sebuah perusahaan penyedia alat berat berbasis di Galway, terbukti memiliki utang pajak fantastis senilai €106,6 juta atau sekitar Rp1,8 triliun. Ironisnya, berdasarkan dokumen likuidasi terbaru, perusahaan tersebut kini hanya menyisakan saldo kas sebesar €17.478 atau sekitar Rp300 juta di dua rekening bank miliknya.
Berdasarkan laporan Revenue Irlandia, perusahaan yang dipimpin oleh Michael Leonard (41) ini masuk dalam daftar penunggak pajak kuartal pertama tahun 2026. Angka tersebut membengkak akibat akumulasi pokok pajak pertambahan nilai (VAT) sebesar €46,2 juta, ditambah denda €46,2 juta serta bunga sebesar €14,1 juta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNicholas O’Dwyer dari firma akuntan Grant Thornton, yang ditunjuk sebagai likuidator sejak Juli 2025, mengungkapkan bahwa posisi keuangan perusahaan sangat mengkhawatirkan. "Selain utang pajak yang masif, perusahaan tercatat memiliki kewajiban kepada kreditur tanpa jaminan mencapai €45,15 juta," ungkap dokumen resmi yang dilaporkan ke kantor perusahaan.
Dari analisis data keuangan, aset perusahaan yang tersisa setelah dikurangi kewajiban kepada pemegang jaminan hanya bernilai sekitar €1,89 juta. Sementara itu, utang perusahaan kepada kreditur dengan jaminan sendiri tercatat sebesar €1,75 juta. Kondisi ini membuat upaya pelunasan utang pajak negara tampak nyaris mustahil dilakukan dalam waktu dekat.
Proses likuidasi saat ini dilaporkan sedang memasuki tahap finalisasi laporan bagian 682 untuk diserahkan kepada Otoritas Penegakan Korporasi Irlandia. O’Dwyer memprediksi proses pembubaran perusahaan ini akan memakan waktu setidaknya 12 bulan ke depan.
Tidak hanya LPS International Plant, entitas lain di bawah kendali Michael Leonard, yakni MPL Plant Hire Limited, juga menghadapi nasib serupa. Perusahaan tersebut sepakat melakukan penyelesaian pajak sebesar €4,3 juta dengan saldo kas tersisa hanya €13.994. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen maupun otoritas pajak Irlandia belum memberikan tanggapan resmi terkait langkah hukum selanjutnya.