Sebagaimana diwartakan oleh RRI.co.id, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai langkah strategis dengan membuka 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di berbagai provinsi dan kabupaten pada tahun pertama pelaksanaan program prioritas tersebut.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, program pendidikan unggulan ini dirancang khusus untuk mewadahi anak-anak Indonesia yang memiliki potensi, bakat istimewa, serta kemampuan luar biasa baik dalam bidang akademik, olahraga, seni, maupun bidang keunggulan lainnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa proses pembelajaran tahap awal ini untuk sementara dilangsungkan di sekolah transit mengingat pembangunan gedung permanen di atas lahan seluas 10 hingga 20 hektare baru akan dimulai akhir tahun ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Penyelenggaraan dan proses belajar mengajar sudah mulai berlangsung dengan pendidikan yang bermutu," ungkap Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat memberikan keterangan di Bogor, sebagaimana dikutip dari laman resmi kementerian.
Menurut laporan media tersebut, kehadiran SNT dinilai krusial untuk mengisi kekosongan layanan yang belum terakomodasi di sekolah reguler inklusif, di mana para siswa dengan berbagai latar belakang belajar bersama sehingga anak berkapasitas tinggi terkadang kurang berkembang secara maksimal.
"SNT ini mengisi ruang kosong yang belum mampu disediakan oleh sekolah-sekolah standar, serta menyediakan sekolah bermutu secara lebih merata karena setiap kabupaten ada sekolah unggul," jelas Menteri Mu’ti lebih lanjut.
Selain fokus pada pengembangan siswa berbakat, Kemendikdasmen juga memperluas akses pendidikan fleksibel guna mengatasi persoalan anak putus sekolah melalui penguatan pendidikan nonformal seperti Program Paket A, B, C, Sekolah Terbuka, hingga Pendidikan Jarak Jauh.
Dalam laporan terpisah mengenai pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra, Mendikdasmen menyampaikan bahwa proses rehabilitasi fisik sekolah di tiga provinsi kini telah mendekati angka penyelesaian seratus persen dengan dukungan anggaran triliunan rupiah.
Pihak kementerian menegaskan bahwa seluruh rangkaian kebijakan strategis ini merupakan fondasi utama untuk mewujudkan pemerataan mutu pendidikan nasional yang ditopang oleh perbaikan infrastruktur fisik, pedagogis, budaya karakter, serta regulasi hukum.