Wacana pelarangan partai AfD di Jerman kian memanas. Kali ini, Kepala Badan Perlindungan Konstitusi (Verfassungsschutz) negara bagian Thüringen, Stephan Kramer, secara tegas menyatakan bahwa syarat hukum untuk memulai prosedur pelarangan partai tersebut telah terpenuhi.
Dalam sebuah wawancara dengan Deutschlandfunk sebagaimana dikutip dari laporan Tagesspiegel, Kramer menyoroti bahwa AfD di beberapa negara bagian Jerman telah diklasifikasikan sebagai kelompok ekstrem kanan yang terbukti. Ia bahkan tidak segan membandingkan retorika partai tersebut dengan NSDAP era nasional-sosialis.
"Saya melihat dalam area tertentu, terkait citra bahasa, musuh, dan gagasan völkisch (etno-nasionalis), tidak ada lagi perbedaan dengan NSDAP," ujar Kramer memberikan pandangannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKramer menepis argumen yang menyebutkan bahwa partai dengan dukungan jutaan pemilih atau elektabilitas tinggi tidak bisa dilarang. Menurutnya, jumlah suara yang besar tidak bisa menjadi pembenaran untuk membiarkan pihak yang dianggap fasis berkuasa.
"Itu semua tidak boleh menjadi dasar pembenaran untuk memilih kembali fasis yang ingin meraih kekuasaan ke dalam jabatan politik," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa para pendiri Undang-Undang Dasar Jerman telah menyiapkan instrumen pelarangan partai sebagai langkah terakhir (ultima ratio) ketika instrumen demokrasi lainnya tidak lagi mampu membendung ancaman.
Meski demikian, Kramer mengakui bahwa pelarangan partai tidak akan mengubah pola pikir masyarakat dalam semalam. Namun, langkah ini dianggap sebagai simbol peringatan keras mengenai bahaya yang mengintai demokrasi Jerman saat ini.
Pernyataan Kramer ini sejalan dengan seruan Ketua Komunitas Budaya Israel Munich dan Oberbayern, Charlotte Knobloch, yang sebelumnya juga mendesak pemeriksaan untuk pelarangan AfD. Menurut Kramer, seruan tersebut sangat penting untuk menyadarkan para pemilih yang mungkin belum terpapar penuh oleh ideologi ekstrem kanan namun terjebak dalam dukungan terhadap partai tersebut.