Berdasarkan laporan media, prestasi membanggakan ditorehkan oleh seorang remaja berusia 17 tahun asal Kabupaten Sragen bernama Rais Dirja Rahmadi, yang berhasil menembus sistem pengamanan siber lembaga antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration.
Sebagaimana diwartakan, pelajar kelas XII SMAN 1 Tangen tersebut tidak sengaja merusak sistem, melainkan secara resmi menemukan dan melaporkan sejumlah celah kerentanan melalui program resmi Vulnerability Disclosure Program milik NASA hingga namanya tercatat dalam Hall of Fame.
Menurut keterangan dari Rais, perjalanannya tidaklah instan karena ia harus melalui berbagai percobaan gagal seperti menemukan celah yang sudah ditutup sebelum akhirnya laporan pertamanya terkait Cross-Site Scripting divalidasi pada pertengahan tahun 2025 lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip informasi dari sumber terpercaya, kecintaannya pada dunia teknologi bermula dari rasa penasaran mendalam terhadap bahasa pemrograman sejak tahun 2021, yang kemudian membawanya menekuni bidang keamanan siber secara otodidak hingga aktif sebagai seorang peretas etis.
Dikutip dari laporan lapangan, berkat kegigihannya dalam menganalisis sistem digital, remaja berbakat ini kini telah mengantongi total 25 sertifikat penghargaan dari berbagai lembaga, termasuk apresiasi serupa dari sejumlah instansi penting di Indonesia.