Amanda Tam didiagnosis menderita juvenile amyotrophic lateral sclerosis (ALS) pada Oktober 2021 di usianya yang baru menginjak 20 tahun, tepat tiga setengah tahun setelah ia mulai berkencan dengan suaminya, Spencer.
"Saya memberikan pilihan kepadanya untuk pergi. Jelas ini bukan kehidupan yang kami rencanakan dan kami masih muda, jadi saya tidak ingin menahannya," ujar Amanda Tam saat menceritakan keputusannya memberikan pilihan sulit kepada sang kekasih.
Meskipun dihadapkan pada vonis penyakit terminal yang membatasi mobilitasnya, Spencer memutuskan untuk tetap tinggal dan setia mendampingi Amanda hingga keduanya resmi menikah pada Juli 2024.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKini di usianya yang menginjak 25 tahun, Amanda terus beradaptasi dengan kondisi fisiknya yang berangsur melemah serta aktif membagikan kisahnya secara daring guna meningkatkan kesadaran publik tentang penyakit ALS.
Rampungkan Kuliah Psikologi dan Rencana Perjalanan ke Asia
Di tengah perjuangannya melawan juvenile ALS, Amanda Tam tetap berkomitmen menyelesaikan kuliah jurusan psikologi di McGill University dan berhasil lulus tepat waktu pada tahun 2023.
"Saya tahu saat didiagnosis bahwa saya ingin menyelesaikannya dalam waktu tiga tahun karena stres dapat memperburuk gejala ALS, jadi saya mengambil beban kuliah penuh," kata Amanda mengenai tekad kuatnya menyelesaikan pendidikan.
Setelah resmi merampungkan studinya dan menikah, Amanda memutuskan berhenti bekerja pada Mei 2025 agar dapat fokus menikmati hidup melalui hobi traveling bersama orang-orang tercinta.
Destinasi impian berikutnya dalam daftar perjalanan Amanda adalah menjelajahi kawasan Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Hong Kong menggunakan kapal pesiar demi kemudahan akses mobilitas kursi roda.