Dunia komunikasi digital saat ini sangat bergantung pada teknologi video dan suara real-time yang berjalan tanpa hambatan. Di balik kemudahan panggilan video dan suara masa kini, terdapat peran penting dari sebuah perusahaan asal Amerika Serikat bernama Global IP Solutions atau yang lebih dikenal dengan singkatan GIPS.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Perusahaan ini dulunya merupakan pengembang perangkat lunak terkemuka yang menyediakan kapabilitas komunikasi suara dan video over IP secara langsung. GIPS sangat populer di kalangan industri teknologi berkat inovasi codec suara andalannya, yakni narrowband iLBC dan wideband iSAC, yang dirancang khusus untuk mengatasi berbagai kendala jaringan.
Sejarah perusahaan ini bermula pada Juli 1999 di Stockholm, Swedia, dengan nama awal Global IP Sound. Perusahaan tersebut didirikan oleh sejumlah pakar pemrosesan sinyal terkemuka, di antaranya Roar Hagen dan Bastiaan Kleijn, bersama Espen Fjogstad serta Ivar T. Hognestad, yang melihat celah besar pada teknologi VoIP konvensional saat itu.
Para pendiri menyadari bahwa teknologi VoIP awal umumnya dirancang untuk jaringan circuit-switched, sehingga kewalahan menghadapi masalah latensi, jitter, serta packet loss yang kerap terjadi pada jaringan IP. Dari situlah mereka mengembangkan solusi mesin perangkat lunak yang menawarkan integrasi lebih mulus bagi para penyedia layanan maupun pengembang aplikasi.
Langkah besar dicapai pada Mei 2010 ketika raksasa teknologi Google memutuskan untuk mengakuisisi GIPS senilai 68,2 juta dolar Amerika Serikat. "Teknologi dari GIPS kemudian menjadi fondasi penting bagi Google saat merilis WebRTC pada Juni 2011 sebagai standar komunikasi audiovisual peer-to-peer tanpa plugin antar-browser," jelas laporan industri teknologi.