Google kembali menghadirkan inovasi teknologi yang memudahkan komunikasi jarak jauh melalui pengembangan sebuah audio codec bernama Lyra. Teknologi mutakhir ini dirancang khusus untuk mengompresi suara manusia pada bitrate yang sangat rendah, sehingga tetap dapat diandalkan meskipun pengguna berada di bawah jaringan internet yang lambat atau tidak stabil.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berbeda dari format audio konvensional pada umumnya, Lyra memanfaatkan algoritma berbasis machine learning untuk memproses data suara. Sistem kerjanya melibatkan ekstraksi fitur suara masukan, kemudian merekonstruksikan ulang perkiraan suara aslinya menggunakan model generatif yang telah dilatih dari ribuan jam rekaman suara dalam puluhan bahasa.
Keunggulan utama dari penggunaan teknologi ini sempat diungkapkan oleh praktisi teknologi, di mana codec tersebut sukses menciptakan tingkat reproduksi audio yang sangat mengesankan pada bitrate rendah. Google bahkan mengklaim bahwa kualitas suara yang dihasilkan oleh Lyra pada kecepatan 3kbit/s mampu mengungguli performa codec lain seperti Opus pada kecepatan 8kbit/s.
Sejak pertama kali diperkenalkan ke publik, Google terus melakukan berbagai pembaruan signifikan guna meningkatkan kualitas suara serta menekan tingkat latensi atau jeda waktu komunikasi. Melalui pemutakhiran versinya, Lyra kini mengadopsi struktur jaringan saraf tiruan yang lebih canggih untuk memastikan transmisi suara tetap jernih dan natural.
Penerapan teknologi canggih ini juga telah diintegrasikan langsung ke dalam platform konferensi video populer milik perusahaan, yaitu Google Meet. Dengan kehadiran codec Lyra, para pengguna dapat tetap terhubung secara lancar dan nyaman dalam panggilan video meskipun menghadapi kendala keterbatasan bandwidth jaringan.