Mengutip laporan media acehkini.id, kisah penjelajahan dunia tidak bisa dilepaskan dari sosok Abu Abdullah Muhammad Ibn Batutah atau yang lebih dikenal sebagai Ibnu Batutah. Traveler muslim asal Maroko atau wilayah Magrib ini mendedikasikan lebih dari separuh hidupnya untuk berkelana melintasi berbagai belahan dunia.
Berdasarkan laporan sejarah, Ibnu Batutah memulai petualangan epiknya pada usia 21 tahun dengan niat awal menunaikan ibadah haji ke Mekah pada tahun 1304. Namun, perjalanan suci tersebut justru berlanjut menjadi ekspedisi panjang yang mencakup jarak lebih dari 117.000 kilometer melintasi 44 negara modern.
Sebagaimana diwartakan dalam catatan sejarah, rute penjelajahannya membentang luas mulai dari Afrika Utara, Timur Tengah, Asia Barat, India, hingga Tiongkok dan Asia Tenggara. Selama perjalanannya yang memakan waktu hampir 30 tahun tersebut, ia sempat singgah di berbagai kerajaan besar dan bahkan pernah bertugas sebagai hakim.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDikutip dari catatan perjalanan yang dibukukan dalam Al-Rihla, Ibnu Batutah juga pernah menyinggahi Nusantara, tepatnya di Kerajaan Samudra Pasai pada tahun 1345. Ia mencatat bahwa wilayah tersebut dipimpin oleh seorang sultan yang saleh serta kaya akan komoditas rempah-rempah seperti cengkeh dan pinang.
Kisah luar biasa sang penjelajah agung ini akhirnya diabadikan melalui perintah Sultan Maroko yang memintanya menuliskan seluruh pengalaman hidupnya. Hingga kini, catatan tersebut menjadi warisan literatur dunia yang mengenang ketangguhan seorang musafir muslim lintas benua.